Konsumsi Rumah Tangga 6%

Indonesia Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,2%

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 10 Nov 2017 19:08 WIB
pertumbuhan ekonomi
Indonesia Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,2%
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta: Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus ‎mengatakan jika konsumsi rumah tangga tumbuh enam persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,2 persen di tahun ini. Namun, bila tidak mencapai angka tersebut, maka Indonesia sulit meraih posisi tersebut.

‎"Andaikan konsumsi rumah tangga yang tumbuh misalnya enam persen, pasti pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,2 persen lah. Tapi sekarang yang tumbuh baik investasi dan ekspor," ungkap ‎Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus ‎di kantor Indef, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Dia menuturkan jika daya beli masyarakat saat ini sedang melemah. Maka dari itu Heri berharap pemerintah bisa meracik kebijakan terkait ‎melambatnya pertumbuhan konsumsi masyarakat atau pelemahan daya beli.

"Pertama, pemerintah harus mau mengakui dan memahami betul apa penyakit ekonomi kita supaya kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran," ujar Heri.

‎Daya beli masyarakat yang lemah, tuturnya, harus segera ditangani, jika tidak maka pemerintah sulit mendorong ekonomi dari sektor lain yang belum maksimal.

"Jika salah mendiagnosa, maka kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran. Jadi harus paham betul masalah ekonomi sekarang. Udah terlihat beberapa bulan lalu kalau pemerintah belum mau akui konsumsi kita melambat, sekarang diakui juga," tutur dia.

Dia pun sangat menyayangkan jika konsumsi rumah tangga bisa melambat. Padahal, konsumsi rumah tangga penyumbang terbesar ke pertumbuhan ekonomi kita. "Kontribusinya terhadap PDB 56 persen," terang dia.

Untungnya, lanjut dia, Indonesia masih ditolong oleh pertumbuhan ekspor dan investasi di saat daya beli masyarakat yang sedang melambat. "Investasi tumbuh 7,11 persen, untuk ekspor tumbuh 17 persen," pungkas dia.

 


(AHL)