8 BUMN Bentuk Perusahaan Patungan Pembiayaan Investasi

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 28 Jun 2018 11:33 WIB
infrastrukturekonomi indonesia
8 BUMN Bentuk Perusahaan Patungan Pembiayaan Investasi
Menteri BUMN Rini Soemarno di sela-sela penandatanganan akta pendirian dan pengambilan serta penyetoran saham PT Bandha Investasi Indonesia (Foto: dokumentasi Kementerian BUMN)

Jakarta: Sebanyak delapan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk perusahaan patungan pembiayaan investasi dalam rangka memaksimalkan dukungan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab berbagai macam persoalan di Tanah Air. Perusahaan tersebut bernama PT Bandha Investasi Indonesia.

Adapun delapan perusahaan itu yakni PT Bahana Capital Investama, PT Danareksa Capital, PT Asuransi Jasa Raharja (Persero), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT ASABRI, Perum Jamkrindo, dan PT Taspen (Persero).

Pembentukan perusahaan yang didukung penuh oleh Kementerian BUMN ini guna menjembatani antara kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur dengan para investor potensial. Hal ini diharapkan memunculkan sentimen positif sehingga pembangunan infrastruktur bisa terlaksana lebih cepat.

"Bandha adalah perusahaan yang kita namakan fund management company untuk investasi. Dengan banyaknya proyek infrastruktur dan bentuk pembiayaan yang kedepannya makin beraneka ragam ini adalah potensi yang besar," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.



Ia menilai banyak perusahaan dan anak usaha BUMN yang bekerja sebagai penghimpun dana harus dapat mengatur dana yang terkumpul supaya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang terus memacu pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) periode 2014-2019, pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 96,6 persen dengan membangun pembangkit sehingga kapasistas listrik nasional bisa mencapai 71.000 megawatt (MW) pada akhir 2019.

Pada akhir tahun lalu, lanjut Rini, pemerintah telah berhasil meningkatkan kapasitas listrik melampaui 54.000 MW. Selain itu, masih kata Rini, pemerintah juga akan mengembangkan lima pelabuhan utama, memperbesar 10 bandara, serta membangun jalan tol sepanjang 1.800 kilometer (km).



"Untuk membiayai seluruh proyek infrastruktur ini tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah dan BUMN semata, namun juga diperlukan partisipasi swasta serta investor lainnya," ujar dia.

Ia meyakini dengan terbentuknya perusahaan patungan ini dapat meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan nasional, dan meningkatkan geliat ekonomi. Adapun modal awal yang disetor untuk membentuk perusahaan patungan ini tercatat Rp40 miliar.

"Skema ini diharapkan akan menjadi solusi bagi pendanaan infrastruktur yang lebih terorganisir," pungkas dia.

 


(ABD)