Kenaikan Suku Bunga Diprediksi tak Ganggu Ekonomi

Desi Angriani    •    Selasa, 15 May 2018 18:41 WIB
suku bungaekonomi indonesiarepo
Kenaikan Suku Bunga Diprediksi tak Ganggu Ekonomi
Ekonom Senior Indef Aviliani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Rencana kenaikan suku bunga acuan atau 7-day Reverse Repo Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) nanti diprediksi tidak akan mengganggu perekonomian nasional. Pasalnya suku bunga rendah juga tak mendorong laju perekonomian Indonesia di atas ekspektasi pemerintah maupun dunia usaha.

"Yang jadi masalah itu bukan suku bunga, tapi iklim investasi," kata Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Menurutnya kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 sampai 50 basis poin bukan masalah besar bila pemerintah menggenjot daya beli masyarakat kelas menengah atas. Lagi pula, kata Aliviani, skema memperkuat moneter sudah tidak sesuai perkembangan zaman di mana negara lain mengutamakan fiskal yang kuat.

"Likuiditas dulu karena jika tidak ada likuiditas maka jadi stuck ekonomi," ungkap dia.

Untuk konsumsi kelas bawah, pemerintah disarankan mendorong penyaluran anggaran Rp18 triliun di sektor padat karya cash for work. Hal itu agar masyarakat lebih cepat cepat menerima spending dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Jumlah itu signifikan sebenarnya untuk menambah pertumbuhan dari sisi konsumsi," ungkap dia.

Selain itu, kenaikan BI rate juga dinilai tak berpengaruh ke iklim investasi jika pemerintah memprioritaskan keberlangsungan investasi. Misalnya tax holiday difokuskan bagi perusahaan yang menanamkan modal di sektor padat karya.

"Yang jadi masalah itu bukan suku bunga tapi satu iklim investasi," imbuh Aviliani.


(AHL)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA