Ekspor Indonesia Anjlok di September 2016

Suci Sedya Utami    •    Senin, 17 Oct 2016 16:07 WIB
ekspor
Ekspor Indonesia Anjlok di September 2016
Gedung BPS (MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mengalami penurunan sebanyak 1,84 persen di sepanjang September 2016 menjadi sebesar USD12,51 miliar dibandingkan dengan posisi Agustus 2016. Pencapaian September juga turun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor disumbangkan oleh ekposr migas dan nonmigas yang mengalami penurunan. Untuk ekspor migas turun sebanyak 6,78 persen menjadi USD1,06 miliar dan nonmigas turun 1,35 persen menjadi UD11,45 miliar.

"Agustus nilai ekspor USD12,75 miliar menjadi USD12,51 miliar di September," kata Suhariyanto, dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Dirinya menambahkan, penurunan ekspor terbesar yakni pada barang perhiasan atau komoditas dengan nilai penurunan USD137 juta, disusul dengan biji-biji berminyak USD57,9 juta, mesin-mesin atau pesawat mekanik USD54,1 juta, biji kerak dan abu logam USD47,9 juta, serta barang-barang rajutan USD29,6 juta.

Namun ada juga ekspor yag mengalami peningkatan di antaranya benda-benda dari besi dan baja USD94,3 juta, timah USD62 juta, lemak dan minyak hewan nabati USD59,4 juta, mesin dan peralatan mekanik USD47,3 juta, serta karet dan barang dari karet USD15,3 juta.

Baca: BPS Catat Neraca Perdagangan Surplus USD1,22 Miliar di September 2016

Sementara itu, secara akumulatif, ekspor juga mengalami penurunan 9,41 persen dari USD115,21 miliar di periode yang sama tahun lalu menjadi USD104,36 miliar. Dari angka tersebut, ekspor nonmigas mengalami penurunan 6,09 persen menjadi USD94,66 miliar dari USD100,81 miliar di Januari-September 2015.

Berdasarkan pangsa ekspor nonmigas selama sembilan bulan, barang ekspor Indonesia terbesar banyak dikirim ke Tiongkok dengan nilai mencapai USD9,71 miliar dengan share 10,26 persen, disusul dengan Amerika Serikat (AS) USD11,59 miliar dengan market share 12,24 persen, serta Jepang sebesar USD9,53 miliar dengan share 10,07 persen.

"Untuk ekspor kita ke ASEAN nilainya sebesar USD20,81 miliar dan ke Eropa USD10,43 miliar," pungkas dia.

 


(ABD)