Kredibilitas APBN tak Jamin Pemerintah tak Pangkas Anggaran

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 27 Nov 2016 10:40 WIB
apbn
Kredibilitas APBN tak Jamin Pemerintah tak Pangkas Anggaran
Menkeu Sri Mulyani ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Bogor: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berulangkali menyatakan menginginkan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih kredibel.

Arah tersebut sudah mulai dilakukan tahun ini dengan membenahi kembali APBN yang dinilai terlalu memberatkan. Dari sisi penerimaan negara, Kementerian Keuangan melihat ada potensi shortfall Rp219 triliun.  

Adanya shortfall ini kemudian dijadikan Pemerintah untuk menjadi bagian dalam menghitung outlook realisasi hingga akhir tahun ini dan akan menjadi dasar bagi penghitungan target penerimaan di tahun depan.

baca : Baca Laporan Pertanggungjawaban APBN, Sri Mulyani: Saya tidak Gembira

Namun,  Ani menjelaskan, dalam pelatihan media keuangan di Hotel Aston Sentul, Jawa Barat, bahwa penerimaan itu sifatnya proyeksi, beda halnya dengan belanja yang merupakan hal yang pasti. Proyeksi tak bisa ditebak akan tercapai atau tidak tercapai.

Oleh karena itu, proyeksi penerimaan yang tak bisa ditebak ini, membuatnya sulit untuk menjamin jika belanja negara akan aman pada tahun depan. Pemerintah juga tak bisa memberi jaminan kalau tak ada pemangkasan belanja di pertengahan jalan tahun depan meski mencoba mengkredibelkan APBN.

"Tentu Pemerintah belajar dari tiga bulan ke belakang, kita lakukan estimasi semaksimal mungkin akurasasinya. Namun ini namanya juga proyeksi, enggak ada yang bisa menjamin," kata Ani, Sabtu, 26 November.

baca : Sri Mulyani: APBN 2017 Lindungi Ekonomi Nasional dari Guncangan Global

Namun, yang bisa dilakukan, kata Ani yakni dengan terus berupaya sekuat tenaga  agar penerimaan yang telah ditargetkan tahun depan sebesar Rp1.750,3 triliun dalam APBN 2016 bisa tercapai.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan penerimaan sangat tergantung juga oleh kondisi ekonomi. Jika kondisi ekonominya sesuai dengan yang diasumsikan 5,1 persen tahun depan, maka kesempatan untuk mengumpulkan penerimaan negara semakin besar.

"Tapi jika tidak sesuai target maka itu akan mempengaruhi," ujar Ani.


 


(SAW)