Menkeu: Indonesia Partner yang Baik dalam Berinvestasi

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 30 Jan 2019 14:43 WIB
investasiekonomi indonesia
Menkeu: Indonesia Partner yang Baik dalam Berinvestasi
Menkeu Sri Mulyani. (MI/Permana).

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakinkan investor bahwa pemerintah adalah partner yang baik dalam berinvestasi di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Mandiri Investment Forum 2019 yang dihadiri 600 investor lokal dan asing serta 200 nasabah korporasi Bank Mandiri.

Ia menjelaskan walaupun kondisi perekonomian global masih penuh tantangan, perekonomian Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang kuat serta tingkat konsumsi yang masih stabil. Pemerintah mampu memanfaatkan kebijakan fiskal sehingga konsumsi rumah tangga hingga tumbuh di atas lima persen dan inflasi mampu dijaga pada level 3,13 persen. 

"Kita selalu manfaatkan kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya melalui instrumen insentif perpajakan," kata Sri Mulyani di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.

Atas dasar itu, menurut Sri Mulyani bisa menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan investasinya di Indonesia. Lebih lanjut, Sri Mulyani menambahkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik dari segi pendidikan maupun kesehatan. 

Oleh karena itu, dalam menentukan kebijakan anggaran di 2019 pemerintah fokus pada pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur, dan jaring pengamanan sosial. 

"Saya mengatakan pemerintah dari sisi fiskal siap menjadi mitra bagi Anda. Kami mitra investor yang memiliki jejak rekam yang sangat baik," tukas Sri Mulyani.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, sekarang merupakan saatnya berinvestasi di Indonesia.  

Ia menuturkan, ada dua alasan yang mendasari mengapa investor wajib investasi di Indonesia sekarang yaitu, kondisi makro perekonomian yang stabil dan kebijakan makro ekonomi pemerintah yang tersinkronisasi sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif. 

"Kami percaya, kondisi ekonomi Indonesia yang stabil menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di masa datang," ungkap Perry.

Selain itu, Perry juga optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan lebih stabil dan cenderung menguat pada tahun ini sehingga akan mampu berpengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi. 

Optimisme tersebut didasari sejumlah alasan antara lain banyaknya dana asing yang masuk ke Indonesia, kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang akan lebih rendah dari tahun lalu, sinergi pemerintah dan bank sentral yang kuat mampu mendorong fundamental rupiah terus membaik serta mekanisme pasar valas yang lebih fleksibel.

"Investasi di indonesia sebelum terlambat. kami punya kordinasi yang baik untuk menggerakan ekonomi ke arah yang baik," tukas Perry.





(SAW)