Kuartal I-2018, Utang Luar Negeri Indonesia USD358,7 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 15 May 2018 18:47 WIB
utang luar negeri
Kuartal I-2018, Utang Luar Negeri Indonesia USD358,7 Miliar
Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: ANTARA/Fanny)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2018 tumbuh melambat. ULN Indonesia pada akhir kuartal I-2018 tercatat sebesar USD358,7 miliar, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD184,7 miliar serta utang swasta sebesar USD174,0 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan ULN Indonesia pada akhir kuartal I-2018 tersebut tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang mencapai 10,4 persen (yoy).

"Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh ULN sektor pemerintah dan sektor swasta yang tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Dirinya menambahkan, selain untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kegiatan produktif dan investasi, ULN pemerintah juga digunakan untuk turut mendukung komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Hingga akhir kuartal I-2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD181,1 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD56,3 miliar. ULN Pemerintah pada akhir kuartal I-2018 meningkat USD3,8 miliar dari kuartal sebelumnya.

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar USD3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai USD1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan. Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada kuartal I-2018.

"Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada 7 Maret 2018," jelas dia.

ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada kuartal I-2018 masing-masing tercatat sebesar 4,4 persen dan 19,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2 persen, relatif sama dengan pangsa pada kuartal sebelumnya.

Perkembangan ULN total pada kuartal I-2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal I-2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir kuartal I-2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1 persen dari total ULN.

"Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," pungkasnya.

 


(AHL)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

14 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA