Utang Indonesia Masih Aman

   •    Rabu, 11 Apr 2018 14:02 WIB
utang luar negeri
Utang Indonesia Masih Aman
Ilustrasi. Foto: MI/Atet Dwi

Jakarta: Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo menyebut utang Indonesia di bawawh kepmimpinan Presiden Joko Widodo masih aman. Sebab, rasio utang yang ada saat ini sangat jauh dari batas maksimal yang ditetapkan undang-undang.
 
Rizal mengatakan, kenyataanya ekonomi nasional mampu menopang beban utang tersebut. Patokannya adalah rasio antara produk domestik bruto (PDB) dengan besaran utang.
 
Rizal mencontohkan, pada era Orde Baru utang pemerintah Rp551,4 triliun. Namun, rasionya mencapai 57,7 persen dari PDB.
 
"Walau dilihat dari kaca mata saat ini utang warisan Orde Baru sangat kecil, tapi utang sekecil itu sudah merontokan perekonomian nasional pada 1998," kata Rizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 April 2018.

 

Sementara di era Jokowi, meski utang pemerintah sudah mencapai Rp4.849 triliun, rasio dengan PDB-nya kecil. Hanya, 27 persen.

Baca: Dalam Tiga Tahun Utang Pemerintah Tambah Rp1.160 Triliun, untuk Apa?

Rasio itu, tambah Rizal, sangat jauh dari batas maksimal yang ditetapkan undang-undang. "Batas aman rasio utang atas PDB sesuai Undang-Undang adalah 60% dari PDB," terangya.
 
Selain kemampuan menopang beban, pemanfaatan utang juga penting. Selama risiko rendah dan tujuannya untuk hal produktif, maka utang adalah pilihan yang paling efisien.
 
Pada era Jokowi, utang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur serta program-program produktif lainnya. Mulai dari jalan, bendungan, pelabuhan, bandara, hingga pembangkit listrik. Semuanya bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
 



(FZN)