Ekonom Minta Pelemahan Rupiah tak Dibawa ke Politik

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 08 Sep 2018 13:31 WIB
rupiah melemah
Ekonom Minta Pelemahan Rupiah tak Dibawa ke Politik
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Ekonom Indef Bhima Yudhistira meminta, agar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) tak dibawa ke politik juga sosial media. Lantaran akan menambah ketakutan dunia usaha dan investor di Indonesia. Sehingga membuat investor pergi membawa kekayaannya ke negeri lain.

"‎Jangan menari-nari di atas penderitaan rupiah.‎ Jangan digoreng ke politik yang menyalahkan pemerintahan Jokowi. Ini sebenarnya masalah fundamental saja dan struktur yang belum selesai. Kalau terus mengibarkan bara api, jika oposisi menang di 2019, apa enak berkuasa dengan rupiah Rp15.000 per USD," kata Bhima, dalam Diskus Polemik MNC Trijaya dengan topik '‎Jurus Jitu Jagain Rupiah' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Dia berharap, agar pihak oposisi berkomentar baik terkait ekonomi. Dengan begitu, masyarakat akan tenang dan tak ada keributan di koalisi muapun oposisi.

Selain itu, Bhima meminta agar pemerintah tak melulu menyampaikan soal ekonomi. Tapi, lebih baik diserahkan ke seseorang yang lebih mumpuni. Termasuk soal rupiah, agar bank sentral saja yang berbicara. 

 "Jadi yang tidak mengerti, jangan banyak bicara, baik oposisi dan pemerintah. Itu yang akan mempengaruhi sentimen yang ada di pasar. Jadi tolong itu dilakukan," tukas dia.


(LDS)