Mengenal Lembaga Pemeringkat Moody's

Desi Angriani    •    Selasa, 17 Apr 2018 18:13 WIB
moodys
Mengenal Lembaga Pemeringkat Moody's
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Rizal).

TAK banyak yang tahu Moody's. Padahal, ini adalah salah satu lembaga pemeringkat dunia. Lembaga ini kerap dijadikan standar dan dorongan bagi negara berkembang untuk mereformasi kebijakan, memperbaiki fiskal, dan moneter.

Sederhananya, Moody's mengukur apakah sebuah perusahaan atau negara dapat membayar kembali utangnya. Ia tidak ikut berinvestasi pada saham atau instrumen apa pun, melainkan hanya memberikan rekomendasi kepada para investor dalam bentuk rating. Pemeringkatan ini penting sebagai pertimbangan dalam menanamkan modal pada sebuah negara.

Jika rating semakin menurun, artinya kepercayaan kepada bank semakin buruk. Hal ini menyebabkan para peminjam modal enggan menyalurkan dana lebih besar ke pembuat obligasi.

Pemeringkat Moody's didirikan oleh John Moody pada 1909. Saat itu, Moody memberikan analisis mengenai investasi pada jalan kereta api. Dalam perkembangannya, Moody's melakukan akuisisi atas 99 persen saham PT Kasnic Rating Indonesia dan menjadikannya sebagai anak perusahaan Moody's Corporation dengan nama PT Moody's Indonesia.

Sejak saat itu, Moody's Indonesia diakui oleh Bank Indonesia dalam melakukan pemeringkatan atas surat utang perbankan yang digunakan sebagai standar kriteria dalam pengawasan perbankan.

Serupa dengan Standard & Poor’s (S&P’s) dan Fitch Rating, Moody's menerbitkan peringkat atas utang jangka pendek dan jangka panjang, mencakup kekuatan ekonomi (GDP per kapita), kekuatan institusional, kekuatan finansial pemerintah, serta kerentanan terhadap event yang menuai risiko dan beban utang.

Adapun peringkat Moody's paling tinggi memiliki kode Aaa, ini merupakan obligasi berkualitas terbaik dengan risiko yang amat kecil. Selanjutnya, Aa1, Aa2, dan Aa3 adalah obligasi berkualitas baik dengan risiko yang kecil. Kemudian di bawahnya A1, A2, A3 adalah obligasi peringkat menengah atas dengan risiko yang kecil.

Sementara Baa1, Baa2, Baa3 merupakan obligasi dengan risiko moderat dan biasanya spekulatif. Di bawahnya ada Ba1, Ba2, dan Ba3 yang merupakan obligasi dengan elemen spekulatif dan berisiko. Kemudian B1, B2, dan B3 adalah obligasi yang dianggap spekulatif dan dapat berisiko tinggi.

Berikutnya, Caa1, Caa2, dan Caa3 merupakan obligasi yang tidak kokoh dan memiliki risiko yang amat tinggi.  Ca adalah obligasi dengan tingkat spekulatif yang tinggi dan kemungkinan gagal bayar. Sedangkan paling bawah ialah C, obligasi dengan peringkat terendah dan biasanya gagal bayar.




Seberapa penting rating dari lembaga pemeringkat 

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyambut baik kenaikan peringkat utang Indonesia dari Baa3 dan Baa2 dengan outlook positif yang baru saja dikeluarkan Moody's Investor Service.

Moody's menilai kebijakan fiskal Indonesia lebih baik dibandingkan negara dengan peringkat investment grade serupa seperti Spanyol, Uruguay, Kolombia, Filipina, Bulgaria, India, Italia, dan Panama.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan naiknya peringkat utang merupakan pencapaian sekaligus pelecut agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Artinya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dikelola pemerintah secara pruden dan berkualitas.

"Apa yang disampaikan oleh Moody's bahwa kerangka kebijakan perekonomian pemerintah kredibel dan efektif," katanya, Jumat, 13 April 2018.

Menurut Ani, sapaanya, yield utang Indonesia langsung mengalami penurunan seusai Moody’s menaikkan rating pekan lalu. Perusahaan BUMN pun juga mendapat imbas positif karena dapat yield lebih rendah dan harga yang lebih kompetitif.

"Waktu Moody’s 13 April lalu kami melihat untuk yield obligasi berdenominasi dollar AS-nya menurun 0,8 bps, untuk obligasi berdenominasi Euro turun 2 bps, dan obligasi berdenominasi rupiah turun 5 bps. Ini immediately (langsung) kita alami," tegasnya.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA