BI Proyeksikan Level Tertinggi Rupiah di Rp14.100/USD di 2019

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 05 Jun 2018 08:21 WIB
bank indonesiarupiah melemahkurs rupiah
BI Proyeksikan Level Tertinggi Rupiah di Rp14.100/USD di 2019
Gedung Bank Indonesia (MI/SUSANTO)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berada di kisaran Rp13.800-Rp14.100 per USD di 2019. BI tidak memungkiri masih ada kondisi ketidakpastian yang berasal dari luar Indonesia yang membuat mata uang Garuda diperkirakan masih bergerak liar.

"Faktornya adalah ketidakpastian global yang terus bergerak ke depan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018.

Bahkan, Mantan Deputi Gubernur BI ini menjelaskan, kenaikan suku bunga AS atau Fed Fund Rate (FFR) masih menjadi risiko utama yang membayang-bayangi pergerakan nilai tukar rupiah. Bahkan, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan the Fed beberapa kali sempat memengaruhi pergerakan pasar saham.

Tahun ini saja, Perry mengatakan, tingkat probabilitas kenaikan suku bunga AS sebanyak tiga kali telah mencapai 50 persen. Selain itu, tingkat probabilitas kemungkinan bank sentral AS atau Federal Reserve menaikkan suku bunga mencapai empat kali telah mendekati 31 persen.



Tidak hanya itu, masih kata Perry, adanya kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh di atas tiga persen dan diprediksi akan meningkat lagi ke level 3,35 persen menjadi alasan mata uang USD semakin menguat.

"Sehingga dampaknya terjadi pengetatan likuiditas global, bahkan ada pembalikan aliran dana," tutur Perry.

Kendati demikian, lanjut Perry, bank sentral tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas niai tukar dengan berbagai upaya. Salah satunya yakni dengan menaikkan suku bunga acuan yang telah dilakukan dua kali dalam kurun waktu dua minggu terakhir untuk memastikan agar arus modal tidak keluar dan rupiah tetap berada pada level yang aman.

 


(ABD)