BI: Inflasi hingga Pekan Pertama Maret 0,11%

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 09 Mar 2018 15:39 WIB
inflasibank indonesia
BI: Inflasi hingga Pekan Pertama Maret 0,11%
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi sampai dengan minggu pertama Maret sebesar 0,11 persen. Hal ini sebagaimana tercermin dari hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan bank sentral terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK).

"Kita sambut baik Maret survei di 164 pasar, inflasi minggu pertama 0,11 persen month to month, dan year on year itu 3,31 persen," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Kompleks Perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Maret 2018.

Dirinya menambahkan harga beras yang sebelumnya meningkat mulai mengalami penurunan hingga menyebabkan deflasi. Sedangkan inflasi datang dari komoditas bawang merah dan bawang putih.

Lebih lanjut, Agus meyakini inflasi pada tahun ini akan tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan. Bank sentral menargetkan inflasi pada kisaran 3,5 persen plus minus satu persen sepanjang 2018.

"Pemerintah sudah canangkan di 2018 tidak ada penyesuian BBM dan listrik sehingga tekanan inflasi administered price akan terjaga. Untuk volatile food, kita sambut baik di minggu pertama Maret deflasi harga beras antara lain karena sudah panen dan masuk beras yang diimpor," jelas dia.

Sedangkan untuk inflasi volatile food, BI bersama pemerintah menargetkan antara empat sampai lima persen. Meski hanya menyumbang 0,71 persen terhadap total inflasi, gejolak harga pangan dikhawatirkan dapat menggerus daya beli masyarakat.

"Kalau inflasinya terjaga sepanjang 2018 with in target, pencanangan baru di empat persen sekarang 3,5 persen. Ini baik, dan ini membuat ekonomi kita, memiliki daya tahan yang lebih baik," pungkasnya.

 


(AHL)