Pergantian SBI ke SBN Bakal Lebih Produktif

Eko Nordiansyah    •    Senin, 28 Nov 2016 10:07 WIB
bank indonesia
Pergantian SBI ke SBN Bakal Lebih Produktif
Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) tengah gencar membangun berbagai proyek infrastruktur di seluruh wilayah di Indonesia. Dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan ambisi tersebut tidak sedikit dan tidak seluruhnya bisa dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Untuk itu, Bank Indinesia (BI) berencana secara gradual menggantikan instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi Surat Berharga Negara (SBN). Kebijakan yang ditempuh oleh bank sentral ini dinilai tepat sebagaimana keinginan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur.

‎"Pergantian SBI ke SBN positif, karena SBN itu bisa disalurkan menjadi pembiayaan pemerintah, misalnya, ke infrastruktur. Jadi lebih produktif," kata Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Baca: Tak Digunakan, BI Tarik Uang Logam di Maluku Utara

Dirinya menambahkan, kebijakan bank sentral memang akan berdampak pada kemampuan BI mengurangi tekanan rupiah. Meski demikian, dalam kondisi di mana investasi swasta masih minim di proyek infrastruktur maka langkah BI dinilai akan berdampak positif bagi pembangunan.

"Dengan digantikannya SBI menjadi SBN memang mengurangi instrumen Bank Indonesia dalam mengendalikan gejolak nilai tukar rupiah terhadap USD. ‎Namun pada saat ini tampaknya prioritas pendanaan proyek pemerintah lebih penting daripada operasi menyerap rupiah," jelas dia.

Baca: BI Siapkan Sejumlah Aturan Hadapi 2017

Sementara itu,‎ Direktur Jenderal Pembiayaan, Pengelolaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan menyambut baik arah kebijakan BI yang akan mengganti SBI ke SBN. Apalagi SBN yang dipegang oleh BI, lanjut dia, masih di bawah jumlah ideal dalam melakukan operasi moneter.

"BI bisa lebih mudah melakukan stabilisasi dengan SBN ketimbang penggunaan SBI. Jadi kalau ada outflow BI tidak segan-segan beli SBN karena mereka masih kurang dan butuh. Dan kalau ada instability mereka bisa lakukan intervensi di pasar SBN karena menjadi instrumen moneter," ujarnya.‎

Baca: BI Malut Motivasi Pelaku Bisnis dan UMKM

Dalam Pertemuan Tahunan 2016, BI mengumumkan rencana mengoptimalisasi SBN sebagai instrumen moneter secara bertahap. Aturan yang akan efektif sepenuhnya pada 2021 ini sebagai bentuk percepatan pendalaman pasar keuangan serta penguatan kerangka operasi moneter nasional.

 


(ABD)