Defisit Keseimbangan Primer Alami Penurunan, APBN Mulai Sehat?

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 12 Oct 2016 20:29 WIB
apbnp 2016
Defisit Keseimbangan Primer Alami Penurunan, APBN Mulai Sehat?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . AFP PHOTO/ZACH GIBSON.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan capaian defisit keseimbangan primer hingga 30 September sebesar Rp77,7 triliun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Sri mengatakan secara presentase yakni 75,6 persen dari target Rp105,5 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBNP) 2016.

"Angka itu jauh lebih baik dari tahun lalu yang sebesar Rp135,9 triliun," kata Sri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016).

Jika menurun, artinya postur APBN semakin menunjukkan arah yang sehat. Karena, sebelumnya Ani pernah bilang postur APBN tidak sehat ditunjukkan dengan data keseimbangan primer yang masih tercatat alami defisit yang tinggi.

"APBN yang punya keseimbangan primer defisit dianggap APBN kurang sehat. Jadi pengelolaan APBN harus hati-hati," ujar dia.

Ia menjelaskan, defisit keseimbangan primer menandakan adanya pinjaman atau utang yang digunakan untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo pada tahun tersebut.

Sehingga, ibarat gali lubang tutup lubang, utang pemerintah selama ini lebih banyak digunakan unuk membayar atau mencicil utang di masa lalu, bukan digunakan untuk kegiatan produktif.

"Indikator kita meminjam bukan untuk investasi, tapi untuk melakukan pembayaran utang masa lalu," ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Ia meminta, pelaku usaha, investor, termasuk negara tidak hanya melihat postur APBN dari sisi defisit anggaran saja, tapi juga defisit pada keseimbangan primer. Harapannya defisit mendekati nol atau bahkan positif.

"Jadi jika kemampuan APBN justru menjadi predator karena tidak bisa mendanai belanja dari penerimaan, maka itu tanda-tanda kondisi APBN yang perlu diperbaiki," jelas dia.


(SAW)