BI Sebut Ekonomi Syariah Harus Jadi Arus Utama

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 12 Dec 2018 08:31 WIB
pertumbuhan ekonomibank indonesiaekonomi indonesiaekonomi syariah
BI Sebut Ekonomi Syariah Harus Jadi Arus Utama
Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) bersama dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (tengah) (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Surabaya: Bank Indonesia (BI) mengungkapkan potensi mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia begitu besar. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia seharusnya menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama ekonomi nasional.

Hal itu seperti diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018. Adapun gelaran festival ini dimaksudkan untuk terus mengkampanyekan ekonomi keuangan syariah di Indonesia.

"Kami akan terus mengkampanyekan bahwa ekonomi keuangan sayriah adalah salah satu arus baru pengembangan ekonomi dan keuangan di Indonesia menuju kemandirian ekonomi Indonesia," kata Perry, saat pembukaan ISEF 2018 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Selasa malam, 11 Desember 2018.

Dirinya menambahkan kegiatan ISEF merupakan dukungan terhadap tiga pilar pengembangan ekonomi keuangan syariah dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita membuat jejaring mata rantai halal ekonomi baik yang berbasis pesantren maupun dari berbagai kelompok usaha. Kita bersama-sama memperkuat basis ekonomi syariah kita baik di bidang makanan, fesyen, tourism maupun juga berbagai kegiatan," jelas dia.

Sejak pelaksanaan ISEF pertama lima tahun lalu, kegiatan ini dirancang untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah. Bank sentral berharap sinergi bersama yang dilakukan bisa mendorong pengembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia.

"Oleh karena itu khusus ISEF kelima ini memang kami desain selama lima hari dalam rangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam bentuk syariah economic forum maupun fair, untuk forum berlangsung dari tanggal 11 sampai dengan 14 Desember, dan kemudian berbagai kegiatan lain," pungkasnya.


(ABD)