ADB Sarankan Pengajuan Kredit UMKM Lewat Smartphone

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 30 Mar 2016 14:31 WIB
adb
ADB Sarankan Pengajuan Kredit UMKM Lewat <i>Smartphone</i>
Smartphone. AFP/JOSEP LAGO.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menilai, akses kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tantangan bagi Indonesia. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun belum terlalu mempengaruhi kemudahan usaha mikro mendapatkan pendanaan.

"Masalah akses terhadap kredit memang tantangan bagi bisnis mikro. Program KUR memang membantu tapi proporsinya dari seluruh kredit masih tidak terlalu besar. Karena anggaran pemerintah juga enggak besar," kata Kepala perwakilan ADB di Indonesia, Steven Tabor di Hotel Intercontinental, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).

Sementara itu, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI rate) belum terlalu mempengaruhi percepatan akses kredit bagi pengusaha UMKM. Dirinya menyebut, pengajuan kredit mikro melalui smartphone bisa menjadi alternatif mempercepat dan mempermudah akses kredit bagi UMKM.

"Penurunan BI rate akan membantu tapi mungkin ada time lack. Mungkin solusinya tidak dari BI, bank atau program KUR. Analisa kita di negara lain ada kemungkinan dengan perkembangan e-commerce, e-banking yang lewat smartphone, maka bisa juga itu pengajuan kredit lewat smartphone," jelas dia.

Dirinya menambahkan, dengan ongkos pembangunan kantor cabang yang tinggi juga menjadi alasan perluasan akses kredit menjadi tidak mudah. Jika nasabah bisa mengajukan pinjaman untuk plafon Rp10 hingga Rp30 juta melalui e-banking, maka akan memperluas jangkauan kredit UMKM.

"Dengan risiko yang lebih kecil, maka untuk potensi UMKM akan lebih besar. Dan itu baru mulai di Indonesia. Masih perlu peraturan dan pengawasan. Mungkin lima tahun dari sekarang tingkat bunga bagi UMKM bisa jauh lebih rendah dan akses kredit yang juga lebih baik," pungkasnya.


(SAW)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA