Kemenkeu Masih Hitung Bea Keluar Ekspor Konsentrat

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 18 Jan 2017 20:09 WIB
ekspor minerba
Kemenkeu Masih Hitung Bea Keluar Ekspor Konsentrat
Illustrasi. (MI/SYAHRUL KARIM).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih berdiskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait besaran bea keluar ekspor konsentrat. Rencanamya akan dilakukan penyesuaian bea keluar bagi perusahaan tambang yang berstatus Izin Usaha Pertambagan (IUP) dan IUP Khusus dengan besaran maksimal 10 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkei Suahasil Nazara mengatakan, pengenaan bea keluar tidak akan melebihi usulan yang sudah diberikan Kementerian ESDM sebesar 10 persen. Meski begitu hal ini masih terus dibahas antara dua kementerian.

"Kami sudah mulai diskusi. Tetapi artinya, (pengenaan bea keluar) bisa 10 persen, bisa di bawah itu," kata Suahasil ditemui di gedung parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Dirinya menambahkan, pemerintah masih merundingkan tentang layer yang pas mengenai bea keluar tadi. Kendati begitu Suahasil menyebut jika aturan ini sudah diberlakukan oleh pemerintah dalam aturan yang lama.

Dalam ketentuan yang lama, ada tiga lapis tarif bea keluar yang ditetapkan oleh pemerintah, tergantung dari kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter. Dalam aturan lama, tarif bea keluar yang diberikan maksimal 7,5 persen.

"Kalau kemajuan fisik (smelter) nol sampai 7,5 persen, dia dikenakan bea keluar 7,5 persen. Kalau kemajuan smelter 7,5 sampai 30 persen, maka dia dikenakan bea keluar lima persen. Kalau diatas 30 persen, maka dia bebas bea keluarnya," jelas dia.

Intinya, kata Suahasil, pengenaan tarif bea keluar akan sejalan dengan kemajuan perusahaan tambang membangun smelter. Karea itu pemerintah akan menetapkan layer yang pas untuk perusahaan tambang berstatus IUP maupun IUP Khusus. 

"Kami mencari layer apa yang paling efektif, yang bisa mendorong secepat mungkin proses pemurnian itu bisa berjalan," pungkasnya.



(SAW)