ICW: Banyak WNI Tajir tak Berkontribusi ke Setoran Negara

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 16 May 2017 15:56 WIB
penerimaan negara bukan pajak
ICW: Banyak WNI <i>Tajir</i> tak Berkontribusi ke Setoran Negara
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki harta dalam nominal yang besar atau bisa dibilang tajir. Namun, kontribusi mereka dipertanyakan dalam menyetorkan kewajiban pada negara dengan membayar pajak.

"Indonesia ada banyak orang kaya. Apakah mereka berkontribusi ke negara? Enggak," kata Manager Riset ICW Firdaus Ilyas dalam diskusi di Hotel Four Points, Jakarta Pusat, Selasa 16 Mei 2017.

Ilyas mengungkapkan hal itu bisa dilihat dari realisasi capaian pajak penghasilan (PPh) pasal 25 dan 29 tahun 2015, misalnya, dari target Rp58 triliun, yang masuk ke kantong negara hanya Rp8,3 triliun.




Selain itu, hal tersebut bisa dilihat dari program tax amnesty yang mana para pesertanya kebanyakan adalah orang kaya yang selama ini menyimpan uangnya di luar negeri.

ICW pun, kata Ilyas, sebetulnya tidak bisa menerima penerapan tax amnesty. Sebab tag line mengampuni dosa untuk membuat kepatuhan pajaknya meningkat tak bisa dikatakan berhasil 100 persen.

"Terapkan tax amnesty, ampuni dosa-dosanya, ternyata enggak menambah ketaatan pajaknya, yang terjadi malah laundering pajak yang dinikmati sekarang," pungkas Ilyas.

 


(AHL)