Peringkat Investment Grade S&P Angkat Gerak IHSG & Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 19 May 2017 17:35 WIB
ekonomi indonesia
Peringkat <i>Investment Grade</i> S&P Angkat Gerak IHSG & Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga pemeringkat S&P memberikan peringkat investment grade ke Indonesia. Peringkat yang diberikan mengalami perubahan dari posisi BB+ menjadi BBB-. Peringkat BB+ sendiri telah bertahan dua tahun sejak 2015.

Peringkat investment grade yang diberikan S&P langsung direspons positif oleh pelaku pasar, khususnya yang berada di pasar modal. Bayangkan saja gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat naik tiga persen ke posisi 5.820. Level itu merupakan posisi yang tertinggi diraih oleh kinerja pasar modal hingga saat ini.

Meski sempat ke posisi 5.820, tapi akhirnya indeks turun dikit ke posisi 5.791,88, atau setara 146 poin hingga penutupan perdagangan Jumat 19 Mei 2017.

Kenaikan indeks tersebut, menurut Analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, efek dari peringkat investment grade yang diberikan S&P ke Indonesia. Peringkat itu cukup baik untuk negeri Garuda, sehingga pelaku pasar cepat meresponsnya.

Baca: S&P Naikkan Peringkat Indonesia jadi Investment Grade

Meski ada kenaikan yang cukup tinggi sepanjang perdagangan hari ini, bilang Reza, nantinya akan reda kembali. Karena, peningkatannya hanya bersifat sementara saja. Tapi, perlu diacungkan jempol untuk kenaikan IHSG di hari ini.

"Good point dong, level tertinggi untuk indeks saat ini. Ini euforia sesaat investor. Sentimen lain dari asing yang net buy," jelas Reza kepada Metrotvnews.com, Jumat 19 Mei 2017.

Sentimen dari eksternal, Reza mengaku, sama sekali tidak ada. Pasalnya, ruang lingkup global saat ini sedang takut akan kebijakan Presiden AS Donald Trump.

"Ini cuma internal. Kalau luar kan lagi pada worried karena masalah Trump, jadi kenaikan indeks sama sekali tidak ada pengaruhnya dari luar," jelas Reza.

Senada dengan Reza, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang juga menyatakan, kalau pengaruh S&P sangat berpengaruh sekali bagi kinerja indeks dan nilai tukar rupiah di hari ini.

Bayangkan saja, peningkatannya indeks hingga sampai 3 persen, sedangkan rupiah kuat ke level Rp13.327 per USD. Padahal tadi pagi rupiah sempat berada di posisi Rp13.403 per USD.

"Ya kenaikan rupiah dan indeks. Ini cuma karena investment grade dari S&P, enggak ada yang lain," pungkas Edwin.


(AHL)