Sri Mulyani: Indonesia Perlu Capai Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Damar Iradat    •    Sabtu, 09 Sep 2017 06:00 WIB
pertumbuhan ekonomisri mulyani
Sri Mulyani: Indonesia Perlu Capai Pertumbuhan Ekonomi Tinggi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti (AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Ani) menyatakan pemerintah terus mengupayakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Hal ini diperlukan sebagai salah satu untuk mencapai mandat dari sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Untuk bisa mencapai tujuan-tujuan yang disampaikan para pendiri bangsa kita, tidak mungkin terjadi apabila ekonomi kita tidak tumbuh cukup tinggi," kata Ani di hadapan kader muda Partai Golkar dalam Pendidikan dan Pelatihan Komunikator Politik Nasional Partai Golkar di the Sultan Hotel, Jakarta, Jumat 8 September 2017.

Ani menambahkan untuk mewujudkan tujuan para pendiri bangsa juga tidak berhenti dalam pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus mempertahankan. Pasalnya, jika tidak dilakukan, apa yang dicita-citakan bangsa akan pudar.

Menurut dia, angka pertumbuhan ekonomi di berbagai negara relatif. Di Asia, pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen itu dianggap sebagai angka yang normatif. Sementara di Amerika, pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen dapat dikatakan sebagai lonjakan yang tinggi.

"Tinggi atau tidak tinggi itu adalah sangat tergantung kepada peer grupnya yang apa," ujar dia.

Kendati demikian, menurut dirinya, untuk bisa mencapai tujuan-tujuan yang disampaikan para pendiri bangsa, hal tersebut tidak mungkin terjadi apabila ekonomi tidak tumbuh cukup tinggi.

Mantan Direktur Bank Duni itu menambahkan, Indonesia sebetulnya pernah mengalami peningkatan ekonomi yang cukup baik dan bertahan lama, saat kepemimpinan Presiden Soeharto. Namun, kondisi ekonomi Indonesia mulai lesu samenjak tumbangnya harga komoditas dan minyak dunia.

Oleh karena itu, dia berpesan, kepada para generasi penerus bangsa, tongkat estafet yang diserahkan para pendiri bangsa harus bisa dibawa sampai tujuan akhir.

"Start estafet dimulai dari kita memproklamirkan Republik Indonesia untuk mencapai tujuan yang tadi disampaikan oleh para pendiri bangsa," tandas Ani.


(SCI)