Menko Luhut tak Mempermasalahkan Besaran Utang Luar Negeri

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 11:51 WIB
utang luar negeri
Menko Luhut tak Mempermasalahkan Besaran Utang Luar Negeri
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tidak mempermasalahkan besarnya utang negara yang saat ini sudah mencapai Rp3.672,33 triliun.

Dia mengatakan, selama utang tersebut tidak digunakan untuk menutup utang lain dan membayar bunga utang, itu tak menjadi soal.

"Utang itu menjadi salah kalau untuk bayar utang dan bunga utang," kata Luhut dalam Rakornas Satgas Illegal Fishing, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Menurutnya, apabila utang digunakan untuk suatu hal produktif justru akan lebih baik. Seperti proyek-proyek strategis yang sedang dikebut oleh pemerintah.

Dia juga menuturkan selama ini Indonesia memprioritaskan kerja sama luar negeri yang dilakukan untuk proyek strategis bersifat bussiness to bussiness (B to B) jadi tidak akan menambah utang negara.

"Tapi kalau secara B to B tidak masalah, kami akan bayar dari project itu dari yang dibiayai dari utang itu," ucap dia.

Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB), ratio utang luar negeri RI selalu berada di bawah 30 persen. Tercatat saat ini hanya berkisar 27 persen. Oleh karena itu, Mantan Menkopolhukam ini menyebut utang luar negeri Indonesia tetap terkendali.

"Orang mengatakan kita punya utang, tapi kalau kita lihat rasio utang kita terhadap GDP selalu di bawah 30 persen. Sekarang ini berkisar 27 persen," sebut dia.

Tercatat, hingga akhir Mei 2017 lalu, jumlah total utang luar negeri Indonesia mencapai Rp3.672,33 triliun. Jumlah utang luar negeri ini mengalami peningkatan Rp1.067,4 triliun sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.

 


(AHL)