Makro Ekonomi Indonesia Diperkirakan Membaik

   •    Kamis, 17 Aug 2017 18:44 WIB
ekonomi indonesia
Makro Ekonomi Indonesia Diperkirakan Membaik
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Kupang: Pengamat ekonomi Nusa Tenggara Timur James Adam optimistis dengan asumsi indikator makro ekonomi Indonesia mendatang. Patokan nilai tukar dolar, tingkat inflasi, harga minyak, lifting minyak, tingkat pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik.

"Membaiknya indikator makro ekonomi Indonesia mendatang tidak hanya berdasarkan patokan nilai tukar dolar, tingkat inflasi, harga minyak, lifting minyak secara nasional dan global, tetapi lebih dari itu adanya pengembangan ekonomi lokal mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional," katanya di Kupang dikutip dari Antara, Kamis 17 Agustus 2017. 

Anggota IFAD (International Fund for Agricultural Development) ini mengatakan hal tersebut menanggapi pidato Nota RAPBN Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus 2017 dan bagaimana arah kebijakan pemerataan pembangunan agar perekonomian nasional berkembang baik terutama di daerah 3T.

Secara umum katanya jika merujuk pada indeks rasio gini Indonesia, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, terus membaik dan mencapai 0,393 di bulan Maret 2017, turun dibandingkan dengan angka September 2014 yaitu 0,414.

"Angka inflasi nasional juga terkendali di tingkat 2,6 persen dari Januari hingga Juli 2017. Bahkan di Mei 2017, yaitu menjelang bulan puasa, tercatat inflasi kita hanya sebesar 0,39 persen," kata dia. 

Hal ini ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang terus dijaga agar berkualitas dan berkeadilan dan berada pada rata-rata 5 persen pertahun pada periode 2014-2016, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang tapi bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Ia menambahkan ekonomi lokal yang bergerak dan terus tumbuh juga akan menciptakan nilai tambah dan pendapatan terutama bagi masyarakat miskin sehingga kesenjangan pendapatan dapat dipersempit. Dalam kaitannya dengan angka kemiskinan, terjadi penurunan tingkat secara nasional dari 28,59 juta orang pada Maret 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret 2017.



(SAW)