Tekad KAHMI Untuk Hilangkan Kesenjangan Sosial

   •    Senin, 21 May 2018 06:47 WIB
kesenjangan sosial
Tekad KAHMI Untuk Hilangkan Kesenjangan Sosial
Ilustrasi. (Foto: Antara/Hafidz).

Jakarta: Korps Alumni HMI (KAHMI) bertekad menghilangkan ketimpangan dan konflik di Indonesia maupun tingkat dunia.

Presidium Majelis Nasional KAHMI, Kamrusammad mengatakan, KAHMI ketimpangan sektor kehidupan manusia saat ini sangat jelas terlihat. Seperti akibat konflik di Timur Tengah yang melahirkan kesengsaraan berkepanjangan.

"Hal ini yang membuat kita akhirnya tidak bisa tinggal diam, sehingga harus mengambil sikap yang jelas dan tegas," kata Kamrusammad seperti dikutip Antara, Minggu, 20 Mei 2018.

Kamrusammad menjelaskan, pihaknya juga menaruh perhatian terhadap kelaparan di Benua Afrika, begitu juga dengan konflik Rohingya yang melahirkan krisis kemanusiaan.

Menurut Kamrusammad, arah kebijakan KAHMI yaitu melahirkan terobosan program inspiratif berupa KAHMIPreneur focus pada penciptaan enterpreneur muda bidang ekonomi, KAHMI Care focus pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gizi buruk, KAHMI LAZIS yang bertugas menghimpun potensi Alumni HNI untuk mengatasi kesenjangan sosial.

Tak hanya itu, program lainnya ada KAHMI Institute untuk mempercepat pemerataan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, KAHMI LBH merupakan pelayanan, Pelindungan dan penegakkan keadilan serta advokasi bagi yang tertindas hak-hak hukum.

Sementara itu, KAHMI untuk kemanusiaan adalah Reorientasi dengan Kebijakan Organisasi dari Elitis aristoktrat menjadi Publik service for humanity.

 Yang dilakukan oleh KAHMI adalah membentuk sosial enterpreneur.

"Tujuan sosial entrepreneurship adalah membuat perubahan sosial, bukan bikin unit usaha, meskipun kadang yang terakhir itu diperlukan sebagai alat," jelas Kamrusammad.

Menurutnya, social entrepreneurship bukan melakukan kapitalisasi atas modal sosial untuk perubahan pendapatan ekonomi, melainkan memanfaatkan teknik bisnis untuk mencari solusi atas masalah sosial.

Kamrusammad menjelaskan, menjadi social entrepreneur bukanlah hal yang mudah. Karena menjadi social entrepreneur harus dapat mementingkan kepentingan masyarakat dari pada  kepentingan pribadi.

"Artinya, dia telah selesai atau sudah dapat mengatasi permasalahan pribadinya sendiri, sehingga dapat menambah beban amanah untuk membantu masyarakat," tegas Kamrusammad.

Menurut Kamrusammad, sosial investor juga memiliki peran penting dalam keberlangsungan social entrepreneur ini, baik dukungan dari pemerintah maupun pihak lainnya.

Pada dasarnya entrepreneur yang hanya menciptakan kapitalisme baru tanpa tujuan sosial hanya akan membuat masyarakat menjadi pencari pekerjaan dan sulit menjadi aktor dalam peningkatan ekonomi negara.

"Memang harus ada keberanian untuk mulai membentuk perubahan sehingga setiap individu harus diupayakan untuk dapat menjadi bermanfaat dan membuat perubahan lebih baik di lingkungannya, tidak lagi hanya mementingkan dirinya sendiri," pungkas Kamrusammad.


(DEN)