Menkeu Minta Lulusan STAN Tidak Khianati RI

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 19 Oct 2016 11:16 WIB
kementerian keuangan
Menkeu Minta Lulusan STAN Tidak Khianati RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Sentul: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan kepada para lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) untuk tetap menjunjung nama baik almamaternya. Sebab tidak semua lulusan STAN menjadi lulusan terbaik dan diterima di pemerintahan.

Baca: Departemen Keuangan AS Dukung Kebijakan Pajak Pemerintah Indonesia

"Sebagai alumni STAN Anda punya role model alumni STAN. Banyak contoh alumni STAN yang baik, ikuti mereka. Saya ingin berpesan agar Anda menjauhi dan memusuhi contoh alumni STAN yang buruk dan merusak nama STAN," kata dia, saat acara Wisuda Program Diploma I dan II Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, di Sentul City, Jawa Barat, Rabu (19/10/2016).

Dirinya menambahkan, saat ini ada 7,2 juta orang pengangguran yang ada di Indonesia dengan 944 ribu di antaranya adalah lulusan akademi diploma dan universitas. Sedangkan bagi lulusan STAN yang akan mengabdi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atau instansi terkait maka harus memiliki jiwa pengabdian kepada Indonesia.

"Anda semua yang memiliki kesempatan ini. Sekelompok kecil yang memiliki privilege untuk mendapatkan pekerjaan. Saya ingin privilege ini diubah menjadi suatu kehormatan yang tidak boleh dinodai. Ini adalah kehormatan untuk memulai suatu perjalanan untuk mengabdi kepada bangsa," jelas dia.


Menteri Keuangan Sri Mulyani (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sri Mulyani meminta agar para alumni STAN dapat menjalankan pekerjaan yang didapatnya nanti dengan penuh pengorbanan. Maka dari itu, dirinya mengingatkan agar para alumni untuk tidak mengkhianati negeri ini.

Baca: Komisi XI Restui Pemangkasan Anggaran Kemenkeu 2017 Rp1,4 Triliun

"Dengan begitu banyaknya mereka yang tengah mencari pekerjaan, Anda harus sadari bahwa status yang Anda miliki dan privilege yang didapatkan adalah suatu kehormatan dari negara kepada Anda. Maka jangan khianati Republik Indonesia ini," tegasnya.

 


(ABD)