Cara Pemerintah Agar Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Lebih dari 5%

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 14 Feb 2018 11:20 WIB
pertumbuhan ekonomi
Cara Pemerintah Agar Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Lebih dari 5%
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Jakarta: Pemerintah berupaya mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia agar mampu mencapai pertumbuhan lebih dari lima persen. Apalagi pertumbuhan ekonomi negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bahkan ada yang mencapai lebih dari tujuh persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi global. Untuk itu Presiden Joko Widodo meminta agar jajarannya berfokus pada dua hal yang dinilai akan membuat pertumbuhan ekonomi nasional melonjak.

"Ada dua kunci yang betul-betul kita harus perjuangkan untuk mewujudkannya. Pada saat ekonomi dunia diperkirakan sudah akan bangkit kembali, pertama investasi dan kedua ekspor," kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Februari 2018.

Dirinya menambahkan, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan permintaan dalam negeri saja sementara negara lain sudah lebih berkembang. Hal ini juga bertujuan agar Indonesia tidak terjebak pada pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen sampai 5,5 persen saja.

"Kami harus memanfaatkan dinamika perkembangan itu. Dan lebih dari itu, negara-negara di sekitar kita yang memang lebih market, lebih ekspor dari kita pasti akan melewati pertumbuhan ekonomi kita segera, yang sebetulnya beberapa tahun lalu kita bisa berbangga kita lebih tinggi pertumbuhan ekonominya," jelas dia.

Guna mendukung investasi di dalam negeri, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mempermudah perizinan untuk mendukung iklim investasi. Sementara untuk mendukung ekspor, Indonesia akan mengandalkan pasar ekspor baru di saat bersamaan tetap berfokus untuk melayani pasar ekspor tradisional.

"Dalam mendukung investasi, Presiden tekankan iklim usaha dan pembenahan perizinan. Setelah 16 paket kebijakan ekonomi, terlihat ada banyak hal yang sifatnya teknis belum tersebut, justru itu yang dirasa investor belakangan ini. Kedua, Presiden singgung identifikasi dan buka market ekspor baru. Dan perjanjian bilateral internasional, CEPA, FTA, dan sebagainya," pungkasnya.

 


(AHL)