Krisis Venezuela tak Pengaruhi Kinerja Perdagangan dengan RI

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:05 WIB
venezuela
Krisis Venezuela tak Pengaruhi Kinerja Perdagangan dengan RI
Venezuela. Dok: AFP.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jika kondisi di Venezuela yang tengah dilanda krisis karena utang tidak akan mempengaruhi kinerja perdagangan negara itu dengan Indonesia. Hal ini karena perdagangan merupakan kerja sama business to business antarpengusaha.

"Mungkin enggak terlalu terpengaruh sepanjang permintaan di sana cukup stabil," kata Direktur Statistik Distribusi BPS Anggoro Dwitjahyono di Kantor Pusat BPS, Jalan dr Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 15 November 2017.

Data BPS menyebut jika ekspor Indonesia ke Venezuela menempati posisi ke-135 dari 231 negara tujuan ekspor Indonesia. Pada Oktober ekspor ke Venezuela USD1,09 juta naik dari USD386,09 ribu pada bulan sebelumnya.

Sejak Januari hingga Oktober 2017, ekspor Indonesia ke Venezuela tercatat sebesar USD7,02 juta atau 0,01 persen dari total ekspor. Secara keseluruhan, ekspor Indonesia pada Januari hingga Oktober 2017 mencapai USD138,46 miliar atau meningkat 17,49 persen dibandingkan periode sama di 2016.

Venezuela sedang dilanda bencana utang mencapai 150 miliar poundsterling atau mendekati kebangkrutan. Pemerintahan Venezuela berada di tengah krisis ekonomi setelah bertahun-tahun memiliki mengelontorkan belanja publik dan subsidi pemerintah dalam jumlah besar.

Negara terkaya minyak keempat di dunia ini memiliki inflasi 481 persen. Seperlima dari jumlah penduduk menganggur dan tiga perempat dari populasi negara itu kehilangan berat badan karena kekurangan makanan.

Tak hanya terlilit utang, Venezuela juga menerima sanski ekonomi dari Uni Eropa. Menteri luar negeri Uni Eropa telah menyetujui sanksi termasuk embargo senjata pada negara yang dipimpin oleh rezim sosialis itu.

 


(SAW)