Kenaikan Repo Rate Munculkan Kepastian di Surat Utang Indonesia

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 11 May 2018 14:43 WIB
bank indonesiabi ratesurat utangekonomi indonesiarepo
Kenaikan Repo Rate Munculkan Kepastian di Surat Utang Indonesia
Gedung Kementerian Keuangan (Foto: dokumentasi Setkab)

Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai penaikan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo bisa menarik minat investor untuk membeli surat utang Indonesia. Hal itu diyakini terjadi di tengah gejolak pasar keuangan dunia sekarang ini.

Direktur Jenderal DJPPR Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral berpotensi memberikan kepastian bagi investor di pasar obligasi. Kepastian itu terkait penempatan dana investor di surat utang Pemerintah Indonesia tanpa harus takut imbal hasil yang dianggap tidak menarik dibandingkan di Amerika Serikat (AS).

Membaiknya perekonomian AS, lanjutnya, tidak ditampik turut memberikan efek terhadap langkah bank sentral AS menaikkan suku bunga. Apalagi, imbal hasil treasury AS sempat menembus level tiga persen. Bahkan, terkendalinya tingkat inflasi dan tingkat tenaga kerja yang kuat membuat kenaikan Fed Fund Rate (FFR) bisa kembali terjadi di tahun ini.

"Semua ini kondisinya volatilitas. Kalau ada kebijakan itu (Reverse Repo Rate naik) membuat kepastian di pasar. Kondisi pasar akan lebih pasti dan lebih stabil," kata Luky, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018.



Di sisi lain, Bank Indonesia mengaku masih memiliki ruang yang cukup besar untuk menyesuaikan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo. Seperti diketahui, dalam tiga minggu terakhir lelang surat utang pemerintah tak sesuai hasil.

Pada akhir April kemarin, dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp17 triliun tercatat pemerintah hanya menyerap dana Rp6,15 triliun. Dana yang diserap tersebut hanya berasal dari dua seri saja, sementara tiga seri lainnya memiliki tingkat penawaran yang rendah.

Sedangkan di awal Mei, dari lima seri SUN yang dilelang, pemerintah tak mengambil atau menarik dana lantaran tingkat penawaran rendah atau hanya Rp7,18 triliun dari target indikatif sebesar Rp17 triliun.

 


(ABD)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA