Tidak Digunakan sebagai Data Pajak, BPS: Sensus Ekonomi untuk Susun Kebijakan

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 27 Apr 2017 16:00 WIB
sensus
Tidak Digunakan sebagai Data Pajak, BPS: Sensus Ekonomi untuk Susun Kebijakan
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan hasil dari Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) akan digunakan sebagai dasar pembentukan kebijakan-kebijakan dan bukan sebagai dasar data perpajakan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan daftar usaha yang masuk dalam SE2016 akan dijadikan data dasar yang lengkap sehingga bisa dimanfaatkan banyak pihak. Termasuk dalam pembentukan kebijakan-kebijakan oleh pemerintah.

"Jadi ini (SE2016) lebih mengharapkan ini bisa untuk menyusun kebijakan bagaimana meningkatkan produktivitas rakyat mewujudkan kemandirian sektor dengan menggerakan sektor domestik," kata pria yang kerap disapa Ketjuk ini, di Kantor BPS, Jalan dr Sutomo, Jakarta, Kamis 27 April 2017.

Baca: Sensus Ekonomi Bermanfaat untuk Petakan UMKM

Ketjuk menuturkan, data SE2016 ini tidak bisa digunakan sebagai dasar data perpajakan karena dalam pengambilan data, BPS telah mengatakan kepada responden data tersebut hanya digunakan untuk melihat struktur usaha.

"Tidak bisa (digunakan untuk data pajak), karena dari awal kita bilang ke responden ini tidak dijadikan sebagai dasar untuk pajak. BPS hanya ingin melihat struktur usaha antar wilayah dan lapangan usaha," ucap dia.

Menurutnya, data yang digunakan dalam sistem perpajakan adalah usaha menengah besar yang sudah go public. Sedangkan dalam daftar usaha yang masuk dalam SE2016 adalah data Usaha Mikro Kecil dan Usaha Menengah Besar.

"Kalau usaha besar atau menengah sudah go public. Jadi ini lebih mengharapkan ini bisa untuk menyusun kebijakan," pungkas dia.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA