Peningkatan Outlook Peringkat Indonesia oleh JCRA Stimulus Positif

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 16 Mar 2017 18:32 WIB
ekonomi indonesia
Peningkatan <i>Outlook</i> Peringkat Indonesia oleh JCRA Stimulus Positif
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menilai peningkatan outlook peringkat Indonesia yang dilakukan oleh Lembaga Pemeringkat asal Jepang, Japan Credit Rating Agency (JCRA) merupakan stimulus positif bagi proses reformasi struktural perekonomian Indonesia. Sebab, peningkatan outlook tersebut diberikan saat masih ada tingginya ketidakpastian global. 

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (kemenkeu), Kamis 16 Maret 2017, Kemenkeu menyatakan peningkatan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan yang besar dari lembaga internasional terhadap perekonomian Indonesia.

JCSA mengumumkan peningkatan outlook peringkat kredit Indonesia dari stable menjadi positif pada 7 Maret lalu. Lembaga internasional itu mengafirmasi peringkat utang jangka panjang berdenominasi valas Indonesia pada peringkat BBB- (investment grade). Peringkat BBB- dari JCRA telah diterima Indonesia sejak 2010.

Peningkatan outlook ini didasarkan pada beberapa indikator, di antaranya makin kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didukung oleh konsumsi rumah tangga yang stabil, defisit fiskal yang terjaga, tekanan dari sektor eksternal yang mulai mereda, cadangan yang meningkat serta kondisi sektor perbankan Indonesia yang stabil.

Peningkatan outlook ini juga didorong oleh perbaikan iklim investasi Indonesia melalui reformasi struktural dari berbagai paket kebijakan yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah, serta kebijakan moneter Bnak Indonesia yang prudent.

Kemenkeu memandang peningkatan outlook peringkat dari JCRA melanjutkan tren peningkatan outlook dari beberapa lembaga pemeringkat lainnya. Pada Desember 2016, Fitch juga telah meningkatkan outlook peringkat Indonesia dari stable ke positive. Peningkatan serupa juga diumumkan Moody's pada Februari 2017.

Kemenkeu  akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk menciptakan kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan guna terciptanya fundamental perekonomian yang kuat dan stabil dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.



(SAW)