Kemenko Perekonomian Tuan Rumah SKB Indonesia-Iran

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 25 Nov 2016 15:59 WIB
indonesia-iran
Kemenko Perekonomian Tuan Rumah SKB Indonesia-Iran
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kemenko Perekonomian menjadi tuan rumah berlangsungnya Sidang Komisi Bersama (SKB) bidang Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan antara Republik Indonesia dengan Republik Islam Iran.

Ini merupakan SKB pertama paskaimplementasi kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memimpin delegasi Republik Indonesia, sementara Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Mahmoud Vaezi menjadi pimpinan delegasi Iran dalam SKB ke-12 ini.

Perundingan dua pihak dibagi ke dalam empat komite, yakni komite keuangan dan perbankan, komite perdagangan, komite industri dan investasi, komite energi dan infrastruktur serta kerja sama lainnya. Iran merupakan sahabat dan mitra strategis bagi Republik Indonesia.

Baca: Ini 4 Poin Kerja Sama Indonesia-Iran

Nilai total perdagangan bilateral Indonesia-Iran pada 2015 mencapai USD273,1 juta, mengalami tren penurunan sebesar 38,51 persen sejak 2011 yang tercatat sebesar USD1,8 miliar. Sementara sampai Agustus 2016, nilai perdagangan bilateral hanya mencapai USD150 juta atau lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar USD195 juta.

"Perdagangan Indonesia-Iran itu tadinya cukup besar ya, tapi setelah adanya sanksi dari JCPOA, banyak pihak dari sana maupun Indonesia kemudian tidak bisa melakukan tidak bisa melakukan perdagangan itu karena tidak ada yang bisa menjalankan hubungan dagang," kata Darmin, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Pada bidang investasi, berdasarkan catatan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Iran di Indonesia secara kumulatif dalam periode 2011-2014 sebesar USD6,3 juta dengan 16 proyek.

"Saya tetap yakin angka tersebut tidak mencerminkan potensi perdagangan kedua negara. Kita harapkan pelonggaran sanksi sebagai konsekuensi dari Implementation Day Joint Comprehensive Plan of Action dapat memulihkan kembali hubungan bilateral Indonesia dan Iran," kata Darmin.

Baca: Wapres Sebut Indonesia-Iran Jajaki Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah juga melihat potensi yang menjanjikan pada kerja sama di sektor energi. Pertamina dan National Iranian Oil Company (NIOC) telah bekerja sama dalam suplai elpiji pada tahun ini sebesar 88.000 ton dan jumlahnya akan terus meningkat pada tahun depan. Kerja sama ini dapat ditingkatkan ke sektor-sektor lainnya seperti crude oil, refinery, produk petrokimia dan lainnya di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, kedua pihak juga telah menandatangani "Agreed Minutes of the Twelfth  Session of Joint Commission on Economic and Trade Cooperation between the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Iran" yang mencakup berbagai program kerjasama strategis antara kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi salah satu yang akan dilaporkan kepada kedua kepala negara.

"Saya berharap semoga kerjasama bilateral antara Indonesia dan Iran di bidang ekonomi dapat terus ditingkatkan. Kita harap dalam dua sampai tiga tahun bisa pulih kembali, yang tentunya untuk mencapai kemakmuran bersama di masa yang akan datang," pungkas dia.


(AHL)