Sertifikat Tidak Diakui, TKI Bidang Konstruksi di Malaysia Dibayar Rendah

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 31 Mar 2016 16:51 WIB
kementerian pekerjaan umum
Sertifikat Tidak Diakui, TKI Bidang Konstruksi di Malaysia Dibayar Rendah
Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel P)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di bidang konstruksi di Malaysia tidak mendapat bayaran memadai karena tak mengantongi sertifikat.

Menurut Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yusid Toyib, TKI yang bekerja di Negeri Jiran dalam bidang konstruksi hanya dibayar 70 persen dari Upah Minimum Regional (UMR) Malaysia.

"Di Malaysia itu kalau tenaga kerja yang bersertifikat harganya mahal. Misalnya, dia dibayar 100 persen sesuai UMR. Jika tidak bersertifikat alias unskill, maka gajinya 70 persen sesuai ketentuan di sana," ujar Yusid saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Salah satu penyebab para TKI kesulitan memeroleh sertifikat karena sertifikat yang diterbitkan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) di Tanah Air belum berlaku di Malaysia.

Oleh sebab itu, Kementerian PUPR berkoordinasi dengan LPJK Malaysia agar sertifikat yang diterbitkan dari Indonesia dapat berlaku juga di Malaysia.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Malaysia. Jadi, bukan hanya nelayan dan pembantu saja yang akan dilindungi," jelas Yusid.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, TKI yang bekerja di bidang konstruksi akan sangat diuntungkan.

"Jadi, memang kita harus ikuti aturannya dan itu kita biayai dari APBN. Dana yang disiapkan lupa, tapi total dana kita untuk keseluruhan termasuk administrasi, sertifikasi, dan belanja pegawai nilainya Rp800 miliar," ujar Yusid.


(ROS)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA