Vape Dikenai Cukai, Dirjen Bea Cukai: Sumbangan ke Negara Kecil

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 08 Nov 2017 20:13 WIB
cukai tembakau
Vape Dikenai Cukai, Dirjen Bea Cukai: Sumbangan ke Negara Kecil
Vape. AFP; Toiga Akmen.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah memutuskan untuk mengenakan cukai pada cairan vape (e-liquid) pada 1 Juli  2018 sebesar 57 persen. Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-146/PMK.010/2017 tentang hasil cukai tembakau

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan kendati dikenakan cukai, namun sumbangannya untuk penerimaan cukai dari cairan vape kecil, hanya hitungan miliar, tidak mencapai Rp1 triliun yang akan masuk di 2018.

"Enggak sampai Rp1 triliun, karena relatif kecil maka tidak menjadi (pos penerimaan tersendiri), dia masuk ke cukai hasil tembakau lainnya," kata Heru di kantor pusat DJBC, Jakarta Tiimur, Rabu 8 November 2017.

Heru menambahkan, pengenaan cukai pada cairan vape ini sebenarnya lebih ditujukan untuk pengendalian konsumsi, agar tidak lagi dikonsumsi di luar izin penggunaan. Sebab, banyak anak usia sekolah dasar yang juga mengonsumsi secara bergantian yang dibeli dari uang hasil patungan.

"Kita tidak fokus pada jumlah penerimaannya tapi apakah rokok baik konvensional maupun elektrik kendalikan konsumsinya oleh orang-orang yang diperkenankan, tidak dikonsumsi oleh anak-anak," jelas dia.

Sebagai informasi, dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018, target cukai yang disepakati yakni sebesar Rp155,5 triliun. Target ini mengalami peningkatan dari tahun 2017 sebesar Rp152,1 triliun.

 


(SAW)