Ekonomi Indonesia Ditaksir Sulit Bangkit Dua Tahun ke Depan

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 04 Jan 2018 22:58 WIB
ekonomi indonesia
Ekonomi Indonesia Ditaksir Sulit Bangkit Dua Tahun ke Depan
Illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan,

Tegal: Ekonom Indonesia Rizal Ramli menyatakan kondisi ekonomi Indonesia cendrung stagnan dan sulit bangkit dalam dua tahun kedepan. Sebab prioritas nomor satu pemerintah adalah membayar utang luar negeri dan melindungi investasi asing.

"Karena yang dipakai sama dengan 2017, yaitu kebijakan ekonomi super konservatif dengan cara pengetatan anggaran atau austerity, pasti akan membuat pertumbuhan ekonomi melambat dan stagnan," katanya, disela-sela kunjungannya ke Pelabuhan Perikanan, Jongor, Kota Tegal, Kamis, 4 Januari 2018.

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman kabinet Jokowi tersebut, untuk memajukan perekonomian, pemerintah seharusnya mencari cara lain yang inovatif, bukan cara pengetatan anggaran.

"Kita harus cari cara lain, bukan pengetatan ala Bank Dunia. Karena cara ini saya nilai sudah gagal. Namun sayangnya, pemerintah masih percaya dengan cara Bank Dunia," tambahnya.

Padahal katanya, pada masa pemerintahan Presiden Jokowi ini, pertumbuhan ekonomi malah justru menurun dari target awal sebesar 5,4 persen.

"Dari 5,4 persen dikoreksi menjadi 5,2 persen. Hingga saat ini menyentuh angka 5,02 persen. Sehingga, kalau prinsip Bank Dunia masih diterapkan di Indonesia, maka dalam dua tahun kedepan, ekonomi Indonesia akan berhenti diangka lima persen," tandasnya.

Rizal menyampaikan, sebenarnya ada cara lain untuk memajukan perekonomian Indonesia ke angka 6,5 persen dalam dua tahun kedepan, yakni dengan cara memacu pertumbuhan ekonomi secara cepat.

"Ada formulanya, seperti cara yang saya lakukan pada saat saya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur. Saat saya masuk, pertumbuhan ekonomi kurang dari tiga persen. Dalam waktu 21 bulan saja perekonomian naik menjadi 7,5 persen," pungkasnya.



(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA