Mendekam di Lapas 16 Jam, Penunggak Langsung Bayar Pajak

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Jul 2017 12:25 WIB
pajak
Mendekam di Lapas 16 Jam, Penunggak Langsung Bayar Pajak
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi (tengah). (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk membayar pajak. Jangan sampai para penunggak pajak ini merasakan tinggal di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terlebih dahulu baru membayar pajak.

Kepala Kantor Wilayah DJP Kaltimra, Samon Jaya mengatakan telah menangkap sandera penunggak pajak pada 12 Juli 2017. Dia baru membayarkan seluruh tunggakan pajaknya ketika sudah ditangkap dan disandera di Lapas.

"Alhamdulillah ternyata wajib pajak ini koperatif (setelah masuk Lapas), cukup 16 jam (di penjara) sudah melakukan pembayaran," kata Samon di Kanyor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.

Samon menjelaskan, sandera berinisial EB tersebut berasal dari perusahaan pertambangan batu bara di Berau, Kalimantan Timur. EB menunggak pajak sebesar Rp2,37 miliar pada 2013-2016. Adapun tunggakan EB tersebut berupa Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak penghasilan, dan pajak orang lain yang tidak dipungut.

"Ini pelanggaran administrasi. Berinisial EB atas nama perusahaan batu bara di Berau, Rp2,37 miliar yang tidak dibayar dan tahun pajak yang ditunggak sejak 2013-2016," jelas dia.

Namun, Samon melanjutkan, setelah 16 jam di dalam Lapas atau pada 13 Juli 2016 akhirnya EB beritikad baik dan membayarkan seluruh tunggakan pajak serta melunaskan biaya sandera sebesar Rp11 juta. EB pun langsung dibebaskan.

"16 jam di lapas, sandera langsung bayarkan pajak dan biaya sandera Rp11 juta juga dibayar," imbuh dia.

Penyanderaan atau gijzeling dilakukan untuk wajib pajak yang menunggak pajak minimal Rp100 juta. Wajib pajak akan dimasukan ke dalam Lapas selama 2x6 bulan. Jika dalam waktu tersebut tidak membayar tunggakan, sandera akan dikirim ke Lapas Nusa Kambangan.

 


(AHL)