Cerita Mantan Menkeu Sulitnya Prediksi Krisis

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 30 Nov 2016 13:30 WIB
krisis moneter
Cerita Mantan Menkeu Sulitnya Prediksi Krisis
Mantan Wakil Presiden RI Boediono. (FOTO: ANTARA/Amirullah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Boediono bercerita soal prediksi krisis ekonomi yang akan terjadi di tahun depan. Ketiganya sepakat bahwa memperkirakan akan terjadinya krisis pada suatu masa adalah hal yang sulit.

Boediono yang memimpin Kementerian Keuangan sejak 2001-2004 menyebut, Indonesia telah melewati dua krisis besar. Oleh karena itu, harusnya kemampuan memitigasi risiko krisis dari para stakeholder di negeri ini bisa dilakukan dengan baik di masa mendatang.

"Pandangan saya, setelah melewati dua krisis besar. Elemen surprise tetap ada. Artinya, kita bisa mempertajam kemampuan kita membaca ke depan. Dan kemudian mengambil langkah antisipasif. Saya kira itu harus dilakukan. Artinya, memang ini in haler dari proses krisis itu sendiri," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Dirinya mencontohkan, memprediksi krisis sama dengan memperkirakan gempa. Tidak ada yang bisa melakukan itu, namun semua pihak dituntut untuk siap dalam menghadapi krisis yang kemungkinan terjadi serta tidak boleh hanyut dalam kondisi buruk itu.

"Struktur ekonomi kita, kita tahu suatu negara yang struktur tidak seimbang, maka itu akan gampang digoyahkan. Kalau krisis sudah tiba, harus ada semacam aturan," jelas dia.

Untuk itu, diperlukan semacam standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam menghadapi krisis. Sebab dalam situasi krisis, maka semua institusi akan mempertahankan comfort zone-nya masing-masing.

"Semacam SOP yang jelas bagi intitusi yang bertugas untuk mengatasi krisis ini. Kementerian Keuangan, BI, OJK, dan LPS. Koordinasi dalam keadaan kritis, koordinasi makin sulit. Semua kembali ke comfort zone masing-masing," pungkasnya.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA