Presiden Mengajak Konglomerat Korsel Investasi di Industri Kreatif

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 14 Mar 2017 11:25 WIB
indonesia-korea
Presiden Mengajak Konglomerat Korsel Investasi di Industri Kreatif
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat pembukaan Indonesia Franchise and SME Expo (IFSE) 2016 di Jakarta, Jumat (25/11/2016). Antara Foto/Puspa Perwitasari/pd/16

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemasalahan infrastruktur dihadapi banyak negara. Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia termasuk berhasil mengatasi masalah itu dengan cepat.

"Infrastruktur menjadi masalah negara besar, jika negara tidak bersatu," kata Presiden saat pidato dalam acara lndonesia-Korea Business Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Selasa 14 Maret 2017.

Di hadapan para konglomerat Korea Selatan, Presiden menyampaikan telah mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) sampai 80 persen selama dua tahun ini. Kebijakan itu menghemat anggaran hingga USD15 miliar per tahun.

"Ini membebaskan USD15 miliar dari ruang fiskal," tegas Presiden.

Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk BBM, dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Misalnya, proyek pembangkit listrik 35 ribu  megawatt, jalan tol 1.000 kilometer, jalur kereta api sepanjang 3.258 kilometer, pembangunan 15 bandara baru dan perluasan 10 bandara, pembangunan 24 pelabuhan dan ekspansi pelabuhan.

"Itu membuka tujuan baru dan pariwisata internasional," terang Presiden.

Bekas gubernur DKI Jakarta dan wali kota Surakarta itu bilang, Indonesia akan membangun 10 destinasi wisata baru. "Anda tahu Bali? kami memiliki 1.000 tempat seperti Bali. Pemerintah (juga) akan meluncurkan 10 Bali baru," ucap dia.

Investasi Korea Selatam

Kepala Negara menyebut Korea Selatan merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan berkontribusi besar terhadap industri dasar di Indonesia, seperti sektor baja, sektor petrokimia, dan sepatu.

"Pabrik garmen yang dimiliki (Korea Selatan) mempekerjakan lebih dari 900 ribu pekerja Indonesia," lanjut Presiden.

Ke depan, Presiden mengajak Korea Selatan berinvestasi di industri kreatif dan pariwisata. Apalagi, kata dia, Indonesia tengah bersiap memasuki industri kreatif.

Presiden menilai Korea Selatan ahli dalam industri kreatif. Ia berharap Indonesia dan Korsel bisa bekerja sama di bidang ini. "Kami melihat, bisa berjalan bersama kalian (Korea Selatan)" pungkas Presiden.


(TRK)