Kepala BKPM Paparkan Implementasi Paket Kebijakan ke Pengusaha Jepang

Angga Bratadharma    •    Jumat, 25 Nov 2016 12:11 WIB
investasi
Kepala BKPM Paparkan Implementasi Paket Kebijakan ke Pengusaha Jepang
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong (kiri) di Tokyo (Foto: dokumentasi BKPM)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong aktif menyampaikan implementasi paket kebijakan ekonomi pemerintah. Adapun paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan pemerintah diharapkan memberi efek positif bagi perekonomian Indonesia.

Diseminasi informasi oleh Kepala BKPM Thomas tersebut dilakukan di hadapan 450 pengusaha Jepang yang hadir dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman BKPM dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Tokyo.

Thomas menyampaikan implementasi paket kebijakan ekonomi dilakukan pemerintah untuk mengupayakan keterbukaan dan peningkatan daya saing sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Hal itu juga sejalan dengan upaya memacu pertumbuhan ekonomi lebih maksimal di masa mendatang.

Baca: Pengusaha Keluhkan Demo karena Ganggu Iklim Investasi

"Paket kebijakan ekonomi seperti percepatan pelayanan perizinan mengenai deregulasi, perpajakan hingga tenaga kerja bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa," ujar Thomas, dalam keterangan resminya, yang diterima di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Upaya untuk melakukan diseminasi informasi terkait implementasi paket kebijakan ekonomi terus dilakukan oleh BKPM dengan memanfaatkan berbagai forum yang ada. Salah satu saluran dari penyampaian adalah pertemuan dengan investor asing yang dilakukan dalam kunjungan Kepala BKPM ke luar negeri maupun dalam berbagai kesempatan dalam acara di Indonesia.

Baca: Sampai Oktober, Investasi Riau Capai Rp16 Triliun

Menurut Tom, nota kesepahaman yang ditandatangani dengan SMBC tersebut bertujuan mengoptimalkan kerja sama BKPM dengan perbankan asing terutama dalam hal promosi investasi. "Perjanjian tersebut diharapkan meningkatkan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan realisasi investasi terutama dari Jepang," pungkasnya.

 


(ABD)