BI Yakin Pertumbuhan Kredit Capai 12% di 2018

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 31 May 2018 06:32 WIB
perbankanbank indonesiakredit
BI Yakin Pertumbuhan Kredit Capai 12% di 2018
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengaku optimistis pertumbuhan kredit sampai dengan akhir 2018 mampu mencapai 12 persen. Target pertumbuhan kredit tak berubah meski bank sentral sudah dua kali menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen dalam kurun waktu hanya dua minggu.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan BI masih percaya kredit bisa tumbuh sesuai target 10 sampai 12 persen. Menurut dia kenaikan BI 7 Days Reverse Repo Rate tidak akan langsung ditransmisikan kepada suku bunga bank sehingga menganggu pertumbuhan kredit tahun ini.

"Pertumbuhan kredit ini kalau kita melihat masih belum lakukan perubahan berapa jumlah kredit yang akan tumbuh, masih tetep seperti semula," kata Erwin, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.

Dirinya menambahkan pertumbuhan kredit sampai dengan Maret 2018 baru sebesar 8,5 persen secara tahun ke tahun. Namun Erwin menilai perlambatan pertumbuhan kredit disebabkan oleh permintaan yang masih rendah seiring perekonomian yang belum tumbuh maksimal.

"Kita melihat pertumbuhan kredit melambat, tapi lebih disebabkan oleh permintaan dan ini fungsinya adalah kaitannya dengan pertumbuhan. Kalau PDB kita meningkat itu pasti pertumbuhan kreditnya akan tumbuh juga," jelas dia.

Di sisi lain, dirinya memastikan, ketersediaan likuiditas masih mencukupi untuk mendukung intermediasi perbankan. BI juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjamin bank menerapkan efisiensi sehingga tak perlu menaikkan bunga kredit dalam waktu dekat.

"Kita BI terus memonitor likuiditas. Saya rasa dari sisi perbankan kita jamin dan kita akan selalu ada di pasar untuk kebutuhan likuiditas. Kami selalu terjun ke pasar apabila tingkat suku bunga dari pasar uang antarbank sampai melewati koridor yang ditetapkan," pungkasnya.

 


(ABD)