Indonesia Bebas dari Dampak Shutdown

Nia Deviyana    •    Senin, 28 Jan 2019 17:55 WIB
amerika serikat
Indonesia Bebas dari Dampak Shutdown
Illustrasi. Dok : AFP.

Jakarta: Shutdown, atau penutupan sebagian institusi pemerintahan Amerika Serikat sempat menjadi isu yang dapat mempengaruhi perekonomian dunia. Namun, menurut Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Roslani, Indonesia nyaris tidak terkena dampak dari shutdown.

"Buat kita sebenarnya dampaknya hampir enggak ada. Kecuali tensi  antara AS dan Tiongkok itu ada dampaknya baik positif maupun negatif," jelas Rosan saat ditemui di Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

Pada akhirnya shutdown telah berakhir. Sebelumnya, Trump pernah menegaskan dirinya tidak akan mengakhiri shutdown sebelum Kongres AS menyetujui proposal dana USD5,7 miliar atau setara Rp80 triliun untuk pembangunan tembok di perbatasan AS dan Meksiko. 

Namun di bawah tekanan politik, Trump akhirnya sepakat menandatangani perjanjian untuk mengakhiri shutdown pada Jumat 25 Januari dan membuka kembali pemerintahan untuk tiga pekan ke depan. 

Dilansir dari Xinhua, shutdown kali ini merupakan yang paling mahal dalam sejarah AS. Kejadian ini juga menghilangkan produktivitas pekerja, potensi pendapatan pajak di antara tenaga kerja yang harusnya bekerja.  

Ekonomi AS diperkirakan mengalami kerugian sebesar USD6 miliar, di mana angka itu melebihi permintaan Trump untuk membangun tembok pembatas untuk imigran meksiko sebesar USD5,7 miliar.

Sementara, Kepala Eksekutif JP Morgan Mary Calahan Erdoes mengatakan bahwa shutdown membuat pemerintahan AS kehilangan USD1,5 miliar Produk Domestik Bruto (PDB).


(SAW)