Bank Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,18%

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 06 Dec 2018 18:14 WIB
pertumbuhan ekonomibank danamon
Bank Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,18%
Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih tetap tinggi, meskipun gejolak global dan domestik masih membayangi di tahun depan.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada 2019 akan mencapai 5,18 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi capaian akhir 2018 yang diperkirakan hanya mencapai 5,14 persen.

"Tahun ini 5,14 persen, tahun depan 5,18 persen," kata Wisnu saat pemaparan economic outlook, di Menara Danamon, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Wisnu menjelaskan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan dipicu dari pertumbuhan konsumsi masyarakat. Di 2019, konsumsi masyarakat masih akan mencatatkan hasil yang kuat karena penambahan tabungan domestik bruto (GDS) sepanjang 2014-2017.

Dia melanjutkan, di tahun depan bonus yang diterima karyawan dan dana bantuan sosial (bansos) pemerintah juga meningkat sehingga spending orang untuk belanja akan naik.

"Kami agak optimistis karena bonus akan lebih besar. Kedua, bansos pemerintah naik lagi Rp80 triliun menjadi Rp103 triliun. Kalau lapisan bawah yang dikasih (dana), akan spending ke sektor-sektor defensif, seperti makanan, pakaian, dan kesehatan," jelas dia.

Sementara untuk proyeksi nilai tukar rupiah, Wisnu menambahkan, posisi yang ditaksirnya adalah Rp14.800 per USD. Ia memprediksi rupiah belum cukup kuat di tahun depan karena masih banyak tekanan ekonomi yang dihadapi.

Di sisi lain beberapa tekanan yang dihadapi adalah posisi transaksi berjalan dan ekspor-impor juga tidak jauh berbeda dari tahun ini. Lalu, masih banyak yang akan berinvestasi di mata uang safe haven, serta kemungkinan The Fed dan Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan menaikkan suku bunganya yang berdampak pada portofolio yang masuk ke Indonesia.

"Jadi kemungkinan rupiah masih ada tekanan tahun depan Rp14.800 per USD," pungkas dia.

 


(AHL)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

1 day Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA