Belajar dari Investasi Arab, Jokowi Ingin ada Perbaikan Aturan

Arga sumantri    •    Sabtu, 15 Apr 2017 14:25 WIB
investasi asingindonesia-arab saudi
Belajar dari Investasi Arab, Jokowi Ingin ada Perbaikan Aturan
Presiden Joko Widodo dan Raja Salman Foto: AFP/Setneg RI/Laily Rachev

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo melihat perlu ada instropeksi soal investasi Arab Saudi di Indonesia. Musababnya, jumlah investasi Arab di Tanah Air jauh lebih kecil ketimbang Tiongkok.

Jokowi mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat investasi Arab Saudi di Indonesia sedikit. Salah satunya, soal kemudahan berusaha di Indonesia.

"Kemudahan berusaha di Indonesia itu rangkingnya masih 91," kata Jokowi usai meresmikan Masjid Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu 15 April 2017.

Masalah lainnya, kata Jokowi, soal kepastian hukum dalam berinvestasi. Perlu ada revisi aturan-aturan agar bisa menarik investor berinvestasi besar di Tanah Air. "Ini saya kira kritik dan instropeksi untuk diri kita sendiri," ungkap Jokowi.

Kalau itu sudah dibenahi, Jokowi yakin Indonesia mampu menarik lebih banyak investor. Dia pun percaya, para investor bakal mengalokasikan investasinya dalam jumlah yang besar di Tanah Air.

"Kalau ada keyakinan, pasti (investasi) akan lebih di tempat kita," kata Jokowi.

Saat menghadiri Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga di Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Kamis 13 April 2017, Jokowi sempat menyinggung kecilnya investasi Arab Saudi di Indonesia usai kunjungan Raja Salman.

Jokowi mengaku kecewa karena Raja Salman ternyata berinvestasi lebih besar ke Tiongkok dibandingkan ke Indonesia. "Padahal sudah saya payungi dan saya sopiri langsung, kok dapatnya lebih kecil. Saya kecewa, tapi sedikit," kata Jokowi disambut tawa hadirin.

Menurut Jokowi, Arab Saudi hanya berinvestasi Rp89 triliun ke Indonesia. Sedangkan di Tiongkok, pemerintah Arab Saudi menanamkan investasi Rp870 triliun. Pernyataan Jokowi ini sempat viral di media sosial.

 


(UWA)

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

Kebijakan HET Diyakini Efektif Cegah Gejolak Harga

11 hours Ago

Penerapan kebijakan HET yang dikeluarkan Kemendag dinilai akan menjadi panduan konsumen dalam m…

BERITA LAINNYA