Menkeu: Tambahan Rp16 Triliun untuk Polri Hanya Koreksi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 06 Oct 2017 18:01 WIB
rapbn 2018
Menkeu: Tambahan Rp16 Triliun untuk Polri Hanya Koreksi
Menkeu Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan tambahan anggaran untuk Polri sebanyak Rp16,68 triliun tahun depan sebenarnya merupakan koreksi dari yang tercantum dalam nota keuangan.

Ani, penggilan Sri Mulyani, menjelaskan sebelum penyusunan nota keuangan Polri mengusulkan besaran anggaran yang tak jauh berbeda dengan pagu APBNP 2017 ataupun outlook. Dalam outlook tahun ini, anggaran Polri sebesar Rp96,3 triliun. Sedangkan dalam nota keuangan anggarannya yang dimasukkan sebesar Rp77,8 trliun.

"Sebetulnya anggaran Polri di nota keuangan yang sekarang itu hampir dari level enggak terlalu berubah dari APBNP, cuma waktu pengajuan nota keuangan Polri memang lebih rendah. Jadi ini memang koreksi saja," kata Ani di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 7 Oktober 2017.

Baca: Kemenkeu Tambah Anggaran Polri Rp16 Triliun

Postur sementara belanja pemerintah pusat di RAPBN 2018 yang disetujui di rapat kerja Panja B Badan Anggaran DPR RI sebesar Rp1.454,49 triliun, sementara yang disampaikan dalam nota keuangan Rp1.443,29 triliun.

Jumlah Rp32,5 triliun selisih keduanya merupakan tambahan belanja kementerian atau lembaga (K/L) yang awalnya sebesar Rp814,1triliun menjadi Rp846,9 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan tambahan terbesar dialokasikan untuk sektor pertahanan. Dalam RABPN awal pagu untuk K/L pertahanan sempat dikurangi dari usulan awal.

Menurut Askolani, berdasarkan evaluasi, di bidang pertahanan dan keamanan membutuhkan dukungan untuk antisipasi kondisi aktual. Apalagi menjelang tahun politik.

Dia bilang K/L yang mendapatkan tambahan anggaran paling besar yakni Polri, disusul TNI, dan BIN. Anggaran tambahan, salah satunya akan digunakan untuk menambah alat utama sistem persenjataan (Alutsista).


(AHL)