Pendanaan Sektor Keuangan Dalam Negeri tak Cukup Biayai Pembangunan RI

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 08 Feb 2018 18:50 WIB
ekonomi indonesia
Pendanaan Sektor Keuangan Dalam Negeri tak Cukup Biayai Pembangunan RI
Illustrasi. MI/Dwi Pramadia.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan pendanaan yang berasal dari sektor keuangan Indonesia tak cukup untuk membiayai seluruh program pembangunan Indonesia. Oleh karena itu Indonesia membutuhkan modal dari luar negeri baik dalam bentuk investasi atau utang.

Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara mengatakan dana deposito perbankan di dalam negeri bila dijumlahkan, nilainya hanya 35 persen dari total ekonomi Indonesia.

Sementara dana yang disimpan dalam jasa keuangan lainnya seperti asuransi, dana pensiun, reksadana apabila dijumlah hanya sekitar 15 persen dari ekonomi. Sehingga, bila seluruhnya dijumlah hanya sebesar 50 persen.

"Kalau untuk membangun ekonomi Indonesia, itu di dalam negeri enggak cukup. Sedangkan kita butuh dana yang besar untuk membangun ekonomi kita," kata Mirza di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Maka dari itu, kata dia, perlu dana dari luar negeri dalam bentuk investasi asing langsung (FDI) maupun pinjaman atau utang demi mengisi ketidaktersediaan pendanaan dari dalam negeri.

Lebih jauh, dia menilai, utang merupakan hal yang wajar yang dilakukan oleh negara berkembang yang masih membangun. Lagi pula, lanjut dia, saat ini rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) masih dalam level yang wajat yakni 34-35 persen.

"Kalau kita mau membangun, memang memerlukan dana dari luar negeri, memerlukan FDI dari luar negeri memerlukan utang dari luar negeri. Jadi itu suatu hal yang wajar," jelas dia.



(SAW)


BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

1 day Ago

Menteri BUMN Rini M Soemarno menyatakan perusahaan milik negara di Indonesia siap bersinergi me…

BERITA LAINNYA