Perbankan Yakin GPN Mampu Efisiensikan Biaya

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 06 Dec 2017 19:04 WIB
transaksi non tunai
Perbankan Yakin GPN Mampu Efisiensikan Biaya
Illustrasi. MTVN/Eko N.

Jakarta: Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menilai penurunan biaya dalam merchant discount rate (MDR) memang akan mengurangi fee based income bagi bank. Biaya yang lebih murah akan membuat semakin banyaknya merchant yang bisa menerima transaksi dengan kartu debit maupun kredit.

Penurunan MDR diatur dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang baru saja diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI). Dengan sistem ini maka transaksi di dalam negeri akan lebih mudah, murah, dan aman karena sesama bank akan saling interkoneksi dan interoperabilitas.

"Dengan MDR yang rendah semakin banyak marchant yang tadinya enggak mau menerima EDC karena fee-nya kebesaran dia akan menjadi menerima. Jadi penetrasinya merchant akan lebih banyak," kata Ketua Umum ASPI Anggoro Eko Cahyo ditemui di Hotel Westin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu 6 Desember 2017.

Dirinya menambahkan, adanya GPN juga semakin mendukung transaksi nontunai di masyarakat. Hal ini juga membuat bank dan merchant akan lebih efisien karena semua kartu yang diterbitkan oleh bank bisa diterima dengan mesin EDC dari bank manapun.

"Di merchant-merchant yang tadinya empat, lima atau enam mungkin dia cukup pelihara satu atau dua yang satu untuk backup. Jadi lebih efisien, bank yang tadinya di situ bisa dipindahkan ke tempat lain," jelas dia.

Meski demikian, Anggoro belum bisa memastikan berapa besar biaya yang bisa dihemat oleh bank dengan adanya GPN ini. Hanya saja dengan transaksi yang dilakukan di dalam negeri, maka dana dalam setiap transaksi bisa dipantau tanpa harus ke luar negeri.

"Tujuan utama bagaimana kita efisiensikan sistem ini. Efisien kan dilihat dari fee yang turun, lalu dari EDC yang enggak terlalu banyak, kalau itu bisa terjadi nanti bisa kita hitung cuma sekarang bisnis case-nya sedang digabung," pungkasnya.


(SAW)