Komisi XI Restui Pemangkasan Anggaran Kemenkeu 2017 Rp1,4 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:14 WIB
kementerian keuangan
Komisi XI Restui Pemangkasan Anggaran Kemenkeu 2017 Rp1,4 Triliun
Menkeu Sri Mulyani sepakat memangkas anggaran Kemenkeu. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dan Menteri Keuangan (Menkeu) menyetujui penyesuaian pagu anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari yang sebelumnya telah disepakati Rp42,1 triliun menjadi Rp40,8 triliun.

"Bapak Ibu sekalian bisa kita sepakati pagu anggaran Kemenkeu Rp40,77 triliun?" tanya Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng pada anggota rapat, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016).

Penyesuaian ini menyusul adanya pemangkasan belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) 2017 yang dilakukan Pemerintah lebih awal.

Baca: Daftar 15 K/L yang Kena Pemangkasan Anggaran Belanja Terbesar

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan dengan adanya penyesuaian ini, pagu belanja Kemenkeu berkurang Rp1,4 triliun atau 3,32 persen dari pagu sebelumnya.

Pagu tersebut terdiri dari Rp28,1 triliun rupiah murni atau dengan kata lain murni pagu Kemenkeu, Rp12,5 triliun anggaran Badan Layanan Umum (BLU) Pengelola Dana Perkebunan (BPBD) Kelapa Sawit yang masih dititipkan di kas Kemenkeu, serta Rp89,3 miliar yang merupakan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN).




"Saya kira nantinya BLU memang perlu dipisahkan (tidak ditaruh di kas Kemenkeu) agar tidak menimbulkan distorsi," jelas Ani.

Sebelumnya, demi menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, Pemerintah mengusulkan penyesuaian anggaran Pemerintah Pusat dengan memangkas alokasi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) dengan total Rp20,8 triliun.

Dalam Rapat Kerja Panitia Kerja Badan Anggaran bersama Pemerintah, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan di awal sehingga dengan tidak mengganggu pelaksanaan APBN yang sedang berjalan nantinya.




Askolani menjelaskan penyesuaian di awal ini dilakukan dengan melihat pengalaman tahun ini yang mana dua kali dilakukan penyesuaian di tengah tahun sehingga mengganggu jalannya perencanaan dan belanja.

"Pemerintah usulkan dimulai 2017 belanja diefisiensi dan dihemat dari awal, sehingga pelasanaan APBN enggak perlu lagi memotong yang bisa mengganggu perencanaan dan eksekusi," kata Askolani awal Oktober.


(AHL)