LMAN Siap Atasi Permasalahan Lahan Proyek Infrastruktur

Desi Angriani    •    Rabu, 06 Jun 2018 07:16 WIB
infrastrukturekonomi indonesia
LMAN Siap Atasi Permasalahan Lahan Proyek Infrastruktur
Suasana ketika manajemen LMAN berkunjung ke Media Group (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Hambatan terbesar pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia terletak pada pengadaan lahan. Hal itu yang kerap  menghambat percepatan proyek strategis nasional Pemerintahan Jokowi-JK. Padahal, ketersediaan infrastruktur yang mampu menjawab berbagai macam persoalan ekonomi penting ditekan sedemikian rupa.

Namun, isu pengadaan lahan bukan lagi menjadi kendala utama setelah Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mendapat tugas untuk perencanaan pendanaan dan pendayagunaan lahan landbank serta pembayaran ganti rugi pengadaan tanah bagi kepentingan umum dan proyek strategis nasional.

LMAN merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dalam pengelolaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu. Lembaga ini semula bertugas untuk mengelola aset negara.  

"Dalam melaksanakan pendanaan pengadaan tanah, LMAN mempunyai dua skema, yaitu skema pembayaran langsung dan skema pembayaran tidak langsung," ujar Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari, saat berkunjung ke Media Group, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.



Untuk skema langsung, lanjutnya, LMAN akan menyalurkan pendanaan pengadaan tanah kepada pihak penerima ganti rugi. Untuk skema tidak langsung, dibagi dua skema yaitu merujuk kepada sebelum terbitnya Perpres 102 Tahun 2016 dan sesudahnya.

Perpres 102 Tahun 2016 merupakan peraturan terkait pendanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). "Proyek infrastruktur di 2014 yang disebut 40 persen kontribusi permasalahan di pengadaan tanah, jadi kalau sekarang ditanya saya yakin itu tidak jadi faktor lagi," tuturnya.

Rahayu mengungkapkan hampir seluruh tagihan pembayaran tanah untuk infrastruktur telah diselesaikan oleh LMAN kecuali beberapa proyek dengan dokumen yang belum lengkap. Pada tahun ini LMAN telah menggelontorkan belasan triliun untuk pembebasan proyek infrastruktur jalan tol trans Jawa dan trans Sumatera.

Untuk trans Jawa, pengadaan tanah menghabiskan sebesar Rp6,53 triliun di proyek tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya. Sementara untuk trans Sumatera LMAN mengucurkan Rp3,85 triliun untuk pembebasan tanah.

"Yang bisa dibayar itu 98 persen lebih," imbuh Rahayu.

Adapun untuk proyek strategis nasional yang berada di Jabodetabek, LMAN telah mengeluarkan dana sebesar Rp9,91 triliun. Proyek-proyek di Jabodetabek itu di antaranya pembangunan bendungan Ciawi dan Sukamahi.

"Sekarang uang sudah ada tinggal kecepatan pembangunan," pungkas  dia.

 


(ABD)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA