Perusahaan Jerman Sampaikan Minat Investasi USD800 Juta

Angga Bratadharma    •    Senin, 20 Mar 2017 11:33 WIB
investasiekonomi indonesia
Perusahaan Jerman Sampaikan Minat Investasi USD800 Juta
Kepala BKPM Thomas Lembong (tengah) sedang menjelaskan mengenai kondisi perekonomian Indonesia kepada perusahaan fund managers dari Jerman di Frankfurt (Foto: dokumentasi BKPM)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara di Eropa pada 15-22 Maret 2017. Adapun kunjungan kerja ini untuk menjaring sejumlah investasi yang bisa ditempatkan di Indonesia dengan harapan memberi stimulus positif bagi perekonomian.

Salah satu hasil dari kunjungan tersebut adalah minat investasi dua perusahaan asal Jerman yang menyatakan minatnya bekerja sama dengan BUMN pertambangan Indonesia untuk menanamkan modal di proyek investasi smelter nickel senilai USD800 juta (setara dengan Rp10,4 triliun dengan kurs Rp13.000 per USD).

Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan bertujuan untuk mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang atraktif bagi perusahaan Eropa. Beberapa negara yang dikunjungi di antaranya Jerman, Prancis, Swedia, Inggris, dan Denmark.

Ia menambahkan, kesempatan kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya adalah perusahaan Jerman dengan rencana investasi USD800 juta.

"Sementara satu perusahaan lainnya di bidang usaha sektor gas belum menyebutkan berapa nilai investasinya," ujar Tom, biasa ia disapa, dalam keterangan resminya, yang diterima di Jakarta, Senin 20 Maret 2017.

Menurutnya, kunjungan kerja yang dilakukan juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan beberapa fund managers maupun perbankan di Jerman. "Jerman merupakan salah satu negara penting di Eropa yang juga merupakan kontributor utama investasi di Indonesia," jelasnya.

Tom menambahkan, kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil ditambah dengan fundamental makroekonomi yang solid didukung oleh arus FDI yang tinggi merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman. Tahun lalu FDI yang masuk ke Indonesia mencapai USD28,9 miliar atau naik 8,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Jerman menyumbang USD133 juta dari total nilai FDI tersebut," ungkapnya.

Aliran penanaman modal dari Eropa yang dalam lima tahun terakhir mengalir ke Indonesia sebesar USD13,3 miliar (setara dengan Rp172,9 triliun dengan kurs rupiah Rp13.000 per USD). Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia adalah dari Belanda, Inggris, Prancis, Luxembourg, dan Jerman.

 


(ABD)