Jaga Momentum dari Penguatan Rupiah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 07 Nov 2018 17:48 WIB
kurs rupiah
Jaga Momentum dari Penguatan Rupiah
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati (kedua dari kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Pemerintah diharapkan bisa menjaga momentum penguatan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan rupiah dianggap sebagai angin segar bagi Indonesia di tengah meredanya tekanan yang berasal dari global, terutama AS.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati meminta pemerintah tak mengambil kebijakan yang membuat sentimen negatif. Pasalnya penguatan rupiah berasal dari sentimen yang terbatas.

"Yang perlu diantisipasi adalah jangan membuat kebijakan apapun terutama kebijakan ekonomi yang mempunyai dampak terhadap sentimen negatif pasar," kata dia ditemui di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 7 November 2018.

Rupiah terus menguat selama perdagangan hari ini, dengan kembali ke level Rp14.500-an. Menurut Bloomberg, rupiah kembali berada pada Rp14.590 per USD atau menguat 214 bps.

Kemudian Yahoo Indonesia mencatat mata uang rupiah melemah 225 poin dengan berada pada Rp14.575 per USD. Bank Indonesia melansir mata uang upiah melemah dengan berada pada Rp14.764 per USD.

Meski begitu, Enny menyebut masih ada potensi rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Tantangan pertama adalah tekanan terhadap kewajiban luar negeri baik dari sisi bunga dan cicilan utang, maupun kebutuhan terhadap repatriasi devisa.

"Kedua rencana Fed yang akan naikkan suku bunga acuan. Jadi hanya menunggu waktu kapan AS naikkan suku bunga. Jadi meskipun rupiah menguat saya yakin rupiah masih akan di kisaran asumsi pemerintah yakni Rp15.000 per USD," pungkasnya.

 


(AHL)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA