Menkeu Lantik Dua Staf Ahli di Bidang yang Menjadi Sorotan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 28 Jul 2017 13:57 WIB
kementerian keuangan
Menkeu Lantik Dua Staf Ahli di Bidang yang Menjadi Sorotan
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik dua eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yakni Luky Alfirman Staf Ahli Penerimaan Negara serta Arif Baharudin Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal.

Ani mengatakan dua bidang yang dilantik ini merupakan bidang yang saat ini banyak menjadi soroton. Ani menjelaskan, di bidang penerimaan negara tentu akan menjadi sorotan karena memiliki tugas konstitusi dalam penerimaan perpajakan dan PNBP.

"Banyak hal yang perlu untuk terus kita pikirkan bagaimana mendesain penerimaan negara secara lebih efektif, bagaimana membuat desain policy penerimaan negara di satu sisi bisa mengumpulkan sumber daya bagi negara, di sisi lain bisa lebih cepat bereaksi dalam kondisi di dalam perekonomian yang setiap hari banyak sekali dinamika," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat 28 Juli 2017.

Ani menyadari sebagai pengelola keuangan negara, memang tugas konstitusi tersebut tidaklah mudah dan penuh banyak tantangan. Namun dirinya yakin Luky bisa mengemban amanat yang diberikan sebagai pembuat kebijakan.

"Itu tantangan yang sulit, menantang namun juga suatu tantangan terhormat bagi kita sebagai pejabat pembuat kebijakan," tutur dia.

Sementara untuk Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Ani bilang merupakan sektor yang sangat penting. Dirinya mengatakan di semua negara modern, sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian.

Di Indonesia sektor keuangan masih jauh tertinggal, leading capitalization dan saving ratio-nya masih kalah dibanding negara tetangga. Dirinya mengingatkan, agar staf ahli di bidang jasa keuangan ini bisa punya visi dan kemampuan tidak menumpangtindih tugas institusi lain.

"Saya ingin staf ahli tidak hanya menunggu, tapi memiliki kreasi dan inovasi, karena tidak mungkin, menterinya 24 jam bekerja untuk isu yang terus menerus masuk," jelas Ani.


(AHL)