Gejolak di Iran Dinilai Tidak Berpengaruh ke Perdagangan Indonesia

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Jan 2018 11:34 WIB
perdagangankementerian perdaganganiranekonomi indonesiaindonesia-iran
Gejolak di Iran Dinilai Tidak Berpengaruh ke Perdagangan Indonesia
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (MI/SUSANTO)

Jakarta: Iran tengah mengalami gejolak dan memberikan tekanan terhadap pergerakan ekonomi. Meski memberikan efek terhadap pondasi perekonomian, namun kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Iran.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, hubungan Indonesia-Iran belum memiliki kesepakatan kerja sama perdagangan atau misi dagang yang signifikan. Sehingga kondisi ekonomi Iran saat ini tidak memberi dampak besar.

"Yang Iran kan belum (memberi efek besar terhadap perdagangan dan perekonomian Indonesia)," ucap Enggartiasto, di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Selasa, 9 Januari 2018.

Enggar menambahkan yang saat ini tengah difokuskan adalah kerja sama dengan Palestina. Sebab hal tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Yang Palestina sudah siap. Kemudian saya sedang melanjutkan. Kita tindaklanjuti adalah apa yang menjadi permintaan mereka," ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan data neraca perdagangan Indonesia-Iran tercatat ekspor yang dilakukan Indonesia ke Iran selama Januari hingga Oktober 2017 sebesar USD243,4 juta. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan ekspor pada tahun sebelumnya sebesar USD168,7 juta.

Sedangkan untuk impor selama Januari hingga Oktober 2017 tercatat sebesar USD294,3 juta. Angka ini juga lebih besar dibandingkan dengan impor di 2016 sebesar UAS52,6 juta. Diharapkan gejolak di Iran tidak memberikan efek negatif terhadap perdagangan Indonesia.

 


(ABD)